Polisi Potongan Surat di Saku Pria yang Tewas dari Lantai 3 PIM 2: Ada Kata Puas dan Rela Mati

"Agusti Purnawan Love Eva Susanti Forever. Mungkin dengan cara ini kau percaya apa yang aku ucapkan selama ini," begitu kutipan surat itu.

Polisi Potongan Surat di Saku Pria yang Tewas dari Lantai 3 PIM 2: Ada Kata Puas dan Rela Mati
Dokumentasi Polsek Kebayoran Lama
Surat yang ditemukan di saku celana milik Agusti Purnawan Hidayat pada Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pondok Indah Mal (PIM) 2 tepatnya di lantai tiga menjadi titik akhir dari Agusti Purnawan Hidayat yang nekat mengakhiri hidupnya melompat ke lantai dasar mal.

Tewasnya Agusti menggemparkan para pengunjung yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (tkp) itu pada Senin (11/3/2019).

Berdasarkan keterangan kepolisian, ditemukan secarik surat di bagian saku celana korban.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, polisi menduga adanya kaitan tewasnya korban dengan isi surat yang ditemukan di saku celana.

"Kita akan mendalami, ada permasalahan internal keluarganya yang tampaknya ia tulis di secarik kertas. Kita duga dia melompat karena adanya permasalahan itu," ungkapnya kepada awak media pada Selasa (12/3/2019) di Polres Jakarta Selatan.

Namun Andi belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait motif tewasnya Agusti.

"Belum bisa memberikan informasi lebih lengkap karena masih kita dalami. Polsek Kebayoran Lama juga tengah mendalami kasus ini," tuturnya.

Di dalam surat itu, ditemukan sengkarut masalah yang berkenaan tentang kehidupan rumah tangganya.

Pria Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall Tewas Akibat Luka Berat di Kepala dan Kaki

Diduga Bunuh Diri Seorang Pria Terjun Bebas di Pondok Indah Mall 2

"Agusti Purnawan Love Eva Susanti Forever. Mungkin dengan cara ini kau percaya apa yang aku ucapkan selama ini," begitu kutipan surat itu.

"Permintaan terakhirku tak pernah ibu kabulkan, padahal bagaimanapun aku telah memberikan 2 orang. Mereka tak sejelek wajahku," tulisnya

"Semoga dengan ayah luka ini ibu puas. Ayah rela mati ibu. Lebih baik ayah mati daripada harus berpisah dengan ibu. I love you forever," tutupnya.

Nyawa korban tak terselamatkan saat berada di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved