Bongkar Dua Kasus Pembantu Bunuh Bayinya Sendiri, Ini Imbauan Polisi kepada Majikan dan Perempuan

Lilis Siti Sa'adah (20) ketahuan menyembunyikan jasad bayinya sendiri di gudang rumah majikannya.

Bongkar Dua Kasus Pembantu Bunuh Bayinya Sendiri, Ini Imbauan Polisi kepada Majikan dan Perempuan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, di Mapolres Tangsel, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SERPONG - Aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel), berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, pada kurun waktu tak sampai 30 hari.

Kesamaan lain adalah, keduanya merupakan asisten rumah tangga atau pembantu rumah tangga, dan berhasil menutupi kehamilannya.

Kasus pertama terjadi di Perumahan Arinda, Pondok Aren, pada akhir Februari lalu.

Lilis Siti Sa'adah (20) ketahuan menyembunyikan jasad bayinya sendiri di gudang rumah majikannya.

Lilis membunuh anak kandungnya lantaran kecewa terhadap pria yang sudah menghamilinya namun menolak bertanggung jawab.

Pada Minggu (4/3/2019) lalu, hal serupa terulang. Kali ini, R (17), pembantu di sebuah keluarga yang tinggal di perumahan Urbana Place, Ciputat.

Sembunyikan Kehamilan, Seorang Pembantu Tega Bekap Bayinya Menggunakan Bantal hingga Tewas

Ia tega membunuh anaknya dengan cara membekamnya menggunakan kain batik hingga tak bernafas.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, mencermati fenomena tersebut.

Yurikho mengatakan, karakteristik Tangsel yang banyak diisi perumahan yang menggunakan jasa pembantu, membuat si majikan harus ekstra selektif.

"Tipikal dari wilayah hukum Polres Tangerang Selatan itu adalah perumahan, di mana perumahan tersebut kebanyakan mempekerjakan pembantu rumah tangga," katanya.

Garong Pemerkosa Pembantu WN Jerman Divonis Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

"Pesan kami kepada masyarakat atau yang akan jadi majikan dari asisten rumah tangga, selektif, itu. Pilih dengan baik, pilih dengan bemar orang yang akan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga," ujar Yurikho di Mapolres Tangsel, Rabu (13/3/2019).

Yurikho juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya perempuan, bahwa hubungan badan di luar nikah berisiko merugikan si perempuan.

"Kepada masyarakat secar umum bahwa hubungan bafan di luar hubungan yang resmi yaitu pernikahan risiko lebih besar ditanggung oleh kaum wanita atau perempuan," katanya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved