Kabar Gembira untuk Warga Depok, Pembangunan MRT Masuk Rencana Induk Transportasi Jabodetabek

Dadang mengatakan, rencana pembangunan MRT di Kota Depok tersebut sudah ada didalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Kabar Gembira untuk Warga Depok, Pembangunan MRT Masuk Rencana Induk Transportasi Jabodetabek
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Suasana di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Mulai hari Selasa (12/3/2019) kemarin, masyarakat mulai bisa menjajal Mass Rapit Transit (MRT) dalam tahap uji coba hari pertama.

Di hari pertama uji cobanya, sebanyak empat ribu warga DKI Jakarta dan sekitarnya berkesempatan langsung merasakan sensasi menaiki MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI.

Jelang beroperasi penuh pada akhir Maret 2019, sejumlah Kota di sekitar DKI Jakarta pun turut mempersiapkan angkutan untuk mendukung warganya yang hendak mencoba moda transportasi tersebut.

Seperti Kota Depok, saat ini Kota yang dikenal dengan julukan 'Kota Bersahabat' tersebut pun tengah mempersiapkan angkutan umum untuk warganya agar mudah mengakses MRT, sebelum nantinya memiliki MRT sendiri.

Hal tersebut, dipaparkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana ketika dijumpai wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok.

"Baru rencana ini baru FS (Feasibility Study) nya saja, FS MRT atau LRT dari kawasan Harjamukti sampai Pondok Cina, ini baru FS nya saja yang dibuat," ujar Dadang pada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Atasi Kemacetan di Jalan Kartini, Dishub Kota Depok Buat Rekayasa Lalu Lintas

Dadang mengatakan, rencana pembangunan MRT di Kota Depok tersebut sudah ada didalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

"FS itu feasibility study yang sudah disusun oleh BPTJ, dari Harjamukti sampai Pocin. FS nya sudah ada di dalam RITJ, kalau di RITJ itu tahun 2022 sudah ada ya," kata Dadang.

Biaya pembangunan MRT tersebut, Dadang menuturkan sudah masuk ke dalam RITJ sebesar Rp 600 miliar.

Polisi Tangkap Begal yang Beraksi di Beji Depok

Sementara dana sebesar Rp 600 miliar tersebut, berasal dari dana APBD, Provinsi, Kementerian, serta yang paling besar adalah dari pihak swasta.

"Kalau kami kemarin menyusun rencana secara rasional yang bisa kami kerjakan," jelasnya.

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana saat dijumpai wartawan, Rabu (13/3/2019).

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved