Kurangi Rambu Lalu Lintas dan Pemasangan CCTV, Dishub Kota Tangerang Perbanyak Putar Arah

Saeful Rohman mengatakan, nantinya sebagai pengganti penggunaan lampu lalu lintas, pihaknya akan perbanyak mekanisme putar arah.

Kurangi Rambu Lalu Lintas dan Pemasangan CCTV, Dishub Kota Tangerang Perbanyak Putar Arah
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kemacetan yang terjadi di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang, Rabu (13/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Perhubungan Kota Tangerang mempunyai trik jitu dalam mengurai kemacetan di Kota Tangerang yang semakin parah.

Dishub Kota Tangerang akan mengurangi penggunaan lampu lalu lintas di jalan raya Kota Tangerang terutama jalan perbatasan Tangerang-Jakarta yang menjadi biang kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan, nantinya sebagai pengganti penggunaan lampu lalu lintas, pihaknya akan perbanyak mekanisme putar arah.

"Sedang mencoba pengkajian terkait dengan pengurangan pemasangan traffic light. Jadi akan lebih diarahkan kepada melalui looping (putar arah), jadi tidak lagi melalui persimpangan," jelas Saeful, Rabu (13/3/2019).

Walau masih dalam tahap pengkajian, hal tesebut dianggap Saeful dapat mengurangi angka kemacetan walau, kemacetan tetap akan terjadi dan berkurang.

"Sejauh ini ada 32 traffic light di Kota Tangerang dengan jumlah persimpangan sebanyak 52 persimpangan dan itu menurut kami tidak efektif mengurangi kemacetan, karena dari pengamatan kami, penggunaan traffic light khususnya dijalur padat malah menambah kemacetan," jelas dia.

Seperti yang terjadi di Jalan Daan Mogot yang membentang dari Jakarta Barat hingga Tangerang dimana, lampu lalu lintas dianggap tidak efektif mengurai kemacetan.

"Kalau di persimpangan ada traffic light, pasti ada antrean. Dampaknya, macet panjang. Tapi, kalau looping (putar arah) walaupun ada antrean, kendaraan terus bergerak," tutur Saeful.

Menurutnya, uji coba penerapan mekanisme putar arah sudah dilakukan dibeberapa titik seperti, kawasan Simpang Tujuh, Neglasari, Kota Tangerang.

"Masih terus kita uji coba, belum terlihat secara signifikan pengurangan kemacetan dijalan dengan mekanisme itu. Tapi, kami target sekitar tiga atau empat tahun mendatang sudah diterapkan diseluruh persimpangan Kota Tangerang," terang dia.

Dari sisi pelanggaran, jajarannya juga sudah menyiapkan beberapa kamera pengintau atau CCTV dengan pengeras suara yang terpasang dibeberapa lampu lalu lintas.

Jalan Raya Puspiptek Depan Perumahan Serpong Jaya Ambles: Dua Jalur Ditutup, Lalu Lintas Dialihkan

WNA Selundupkan Narkoba Seberat 11 Kg Dalam Kaleng Saus Tomat Melalui Bandara Soekarno-Hatta

Tak Jadi Cek Darah, Andi Arief Konsultasikan Psikologis Anak-anaknya ke RSKO Jakarta Timur

Hal tersebut, kata Saeful untuk meminimalisir jumlah pelanggaran di lampu lalu lintas seperti melebihi batas berhenti sampai penggunaan helm kepada pengguna kendaraan roda dua.

"Terkait masalah ACTR (Area Control Traffic System), hampir setiap simpang kita sudah pasang CCTV termasuk dengan speaker dalam rangka mengingatkan kepada para pelanggar lalu lintas agar tertib berlalu lintas," jelas Saeful.

Ia menjelaskan terdapat 34 persimpangan di Kota Tangerang, 16 diantaranya sudah dipasang kamera pengintai dan delapan titik sudah dilengkapi dengan pengeras suara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved