Lakukan Autopsi, Makam Pegawai PT JAS yang Diduga Bunuh Diri Dibongkar

James menuturkan pihak keluarga mengajukan permintaan autopsi sekira tiga minggu lalu karena merasa adanya kejanggalan dalam kematian Agus

Lakukan Autopsi, Makam Pegawai PT JAS yang Diduga Bunuh Diri Dibongkar
Istimewa
Proses penggalian dan autopsi jasad Agus Kosasih di TPU Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (13/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Makam Agus Kosasih (48), pegawai PT JAS yang diduga tewas akibat bunuh diri pada Kamis (24/1/2019) di TPU Pinang Ranti, Makasar digali ulang guna melakukan autopsi sesuai permintaan keluarga.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol James Hasudungan Hutajulu mengatakan autopsi dilakukan untuk memastikan sebab kematian ayah dua anak itu.

"Autopsi untuk mengetahui penyebab dari kematian korban. Kami dibantu tim kedokteran Forensik RS Said Sukanto Polri. Kami juga telah mengundang pihak keluarga untuk ikut hadir menyaksikan pelaksanaan," kata James di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (13/3/2019).

James menuturkan pihak keluarga mengajukan permintaan autopsi sekira tiga minggu lalu karena merasa adanya kejanggalan dalam kematian Agus.

Saat dimakamkan, jenazah Agus tak menjalani autopsi sehingga tak diketahui sebab pasti kematian Agus yang sudah puluhan tahun di PT JAS.

Namun dari hasil penyelidikan kala itu, James menyebut tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan kekerasan fisik di jasad Agus.

"Tim kedokteran Forensik RS Sukanto Polri. Kami juga telah mengundang pihak keluarga untuk ikut hadir menyaksikan pelaksanaan kegiatan dan autopsi," ujarnya.

Hasil visum et repertum (VeR) yang dilakukan tim dokter Forensik RS Polri diperkirakan bakal keluar dalam waktu satu hingga dua pekan lagi.

Terduga Teroris di Sibolga: Istri Ledakkan Diri, Lempar Bom ke Rumah Warga Hingga 2 Anak Tewas

Banyak Keuntungan, Ini Alasan Kenapa Wajib Buat Annual Pass Dufan di Bulan Maret

Setelah hasil keluar nanti James menjelaskan penyidik baru dapat menentukan langkah apa yang diambil selanjutnya.

"Menunggu RS Polri, mereka akan mengirimkan visum et repertum atau visum luar. Dari hasil itu akan diketahui penyebab kematiannya. Mungkin seminggu, dua minggu hasilnya keluar," tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com, proses penggalian dan autopsi yang didampingi penyidik Unit Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta dan tim forensikbdimulai sekira pukul 09.00 WIB dan beres pukul 09.50 WIB.

Rukmiati (66), ibu Agus dan Yuliantini, adik kedua tampak hadir dalam proses pemakaman, sementara kedua putri dan dan istri Agus tak hadir karena tak kuat menahan sedih melihat proses.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved