Orphan Food Belum Diproduksi di Indonesia, Harga Impornya Cukup Mahal

Pemerintah diharapkan untuk ikut memberi dukungan dalam pemenuhan nutrisi anak-anak tersebut melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Orphan Food Belum Diproduksi di Indonesia, Harga Impornya Cukup Mahal
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Acara Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, Gedung IMERI FK Universitas Indonesia, Rabu (13/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Para orang tua yang memiliki anak dengan penyakit langka harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi nutrisi bagi sang buah hati.

Hal ini dilakukan karena di Indonesia belum ada yang memproduksi orphan food.

Orphan food sendiri merupakan bagian dari pangan olahan atau formula medis untuk pendukung nutrisi penderita penyakit langka.

Harga orphan food berbentuk susu untuk penderita Fenilketonuria saja dibanderol jutaan rupiah.

Fenilketonuria atau Phenylketonuria (PKU) adalah kelainan genetik di mana tubuh tidak dapat memecah asam amino fenilalanin.

"Susu untuk anak saya yang menderita Fenilketonuria tidak diproduksi di Indonesia dan harus impor. Harganya jutaan," tutur Tanti, ibu dari Rahmania Sashikirana, Rabu (13/3/2019) di Gedung IMERI FK Universitas Indonesia.

Pemerintah Diharapkan Jamin Orphan Food Lewat Skema JKN

Orphan Food juga tidak diperdagangkan bebas. Di negara Jepang, orphan food diproduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan warga Jepang saja dan tidak diimpor.

Beberapa kasus yang dialami oleh para orang tua yang memiliki anak dengan penyakit langka saat impor orphan food ialah barang tertahan di Bea Cukai.

Pemerintah diharapkan untuk ikut memberi dukungan dalam pemenuhan nutrisi anak-anak tersebut melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved