Hasil Musyawarah, Warga Tutup TPA Burangkeng Hingga Ada Kejelasan Pemberian Kompensasi Uang

"Keinginan warga sih selama ini masih ingin tetap bertahan (menutup TPA) sebelum ada kejelasan mengenai masalah kompensasi (uang)," kata Ali Guanwan

Hasil Musyawarah, Warga Tutup TPA Burangkeng Hingga Ada Kejelasan Pemberian Kompensasi Uang
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kondisi TPA Burangkeng ditutup, akses utama kendaraan truk sampah digembok warga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Desa Burangkeng hari ini telah menggelar musyawarah dengan Camat Setu Surya Wijaya, terkait masalah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Hasil musyawarah dengan pihak warga yang digelar di Kantor Desa Burangkeng, warga tetap bersikukuh menutup TPA Burangkeng sampai ada kejelasan terkait kompensasi dalam bentuk uang dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

"Keinginan warga sih selama ini masih ingin tetap bertahan (menutup TPA) sebelum ada kejelasan mengenai masalah kompensasi (uang). Yang penting kejelasan aja. Insya Allah (besok) masih ditutup," kata Ketua Tim 17, Ali Gunawan, Kamis, (14/3/2019).

Sementara itu, Camat Setu Surya Wijaya meminta kepada warga agar bersedia membuka operasional TPA. Jangan sampai kata dia, proses pembukaan TPA terjadi gesekan dengan pihak keamanan.

"Mudah-mudahan ada titik temu, kita tidak ingin ada buka-buka paksa sehingga warga gesekan dengan pihak keamanan," kata Surya di Kantor Desa Burangkeng.

Musyawarah yang dilakukannya hari ini merupakan bagian dari upaya pendekatan dengan masyarakat agar sama-sama memahami dampak yang ditimbulkan terkait penutupan TPA Burangkeng.

"Saya ditugaskan Pemkab untuk pendekatan, baik Pemkab Bekasi maupun Muspika tidak ingin ada gesekan, kita ingin persoalan diselesaikan secara arif dan bijak," tegas dia.

Ali Gunawan menambahkan, pihaknya sampai saat ini masih menutup akses masuk ke dalam TPA. Pagar masuk yang biasa dilalui truk sampah saat akan membuang sampah digembok, setiap hari secara bergiliran warga juga berjaga di sekitar kawasan TPA.

"Akses masuk mobil ke dalam kita gembok, setiap malam juga stand by setiap hari setiap malam, giliran warga jaga," tegas dia.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved