Pemilu 2019

MUI: Pemilu Jangan Sampai Mengganggu Kelangsungan Berbangsa dan Bernegara

"Event lima tahunan ini jangan sampai mengganggu kelangsungan kita dalam berbangsa dan bernegara," katanya.

MUI: Pemilu Jangan Sampai Mengganggu Kelangsungan Berbangsa dan Bernegara
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat Abdullah Jaidi usai konferensi pers Inter Religious Council (IRC) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tingginya tensi politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menjadi sorotan sederet tokoh lintas agama Indonesia.

Mereka tergabung dalam Inter Religious Council (IRC), yang kemudian membuat seruan bersama untuk Pemilu damai dan beradab.

Salah satu yang bergabung di dalamnya adalah Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat Abdullah Jaidi.

Ia berharap pesta demokrasi lima tahunan itu tidak membuat masyarakat Tanah Air tercerai-berai.

"Tentunya ini pesan moral karena kita ingin merajut persatuan dan kesatuan umat beragama," kata Jaidi dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu Damai dan Beradab

"Event lima tahunan ini jangan sampai mengganggu kelangsungan kita dalam berbangsa dan bernegara," katanya.

Pemuka Agama Konghucu: 17 April 2019 Bukan Perang

IRC menyerukan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, calon legislatif beserta tim suksesnya, agar bersaing secara sehat dan tidak melanggar ketentuan hukum.

Penyelenggara dan peserta Pemilu juga diimbau untuk menghindari praktik politik uang.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved