Prostitusi Online Apartemen Kebagusan City Berasal dari Para Pemain Baru yang Gunakan Aplikasi

"Kalau pemain (PSK) lama sudah enggak berani lagi ke sini. Sebulan bisa empat kali kita razia," ungkapnya

Prostitusi Online Apartemen Kebagusan City Berasal dari Para Pemain Baru yang Gunakan Aplikasi
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana penggrebekan Apartemen Kebagusan City pada Kamis (14/3/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kepala Keamanan Apartemen Kebagusan City, Bernard Wahyu Wiryantara mengatakan para pelaku prostitusi online di apartemen itu adalah para pemain baru.

Sebab, pihak pengelola acapkali melaksanakan razia rutin untuk menghilangkan praktek prostitusi online di apartemen tersebut.

"Kita karena sering razia, yang datang ke apartemen ini para pemain baru. Kalau pemain (PSK) lama sudah enggak berani lagi ke sini. Sebulan bisa empat kali kita razia," ungkapnya kepada awak media pada Kamis (14/3/2019) di lokasi.

Aplikasi online yang sering digunakan para pelaku prostitusi online itu, lanjut Bernard, adalah MiChat, Twitter dan WeChat.

"Mereka rata-rata ada yang nyewa harian dan bulanan. Memperdagangkan dirinya melalui aplikasi online. Kita bisa pantau melalui CCTV. Jadi kita bisa melihat orang yang mencurigakan. Dia naik membawa tamu seharian bisa 4 kali," bebernya.

Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019).
Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Bernard melanjutkan pihaknya pun hingga menyamar menjadi pelanggan untuk berpura-pura menyewa PSK itu melalui sejumlah aplikasi.

"Sekuriti di sini kan juga sudah dididik. Mereka menjadi intel juga. Nyamar menjadi pemesan. Kemudian kita tindak. Mereka menyamar dengan memakai pakaian bebas," lanjutnya.

Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019).
Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Melalui CCTV, pihak keamanan yang telah dididik mengawasi tindak tanduk mencurigakan dari para pelaku prostitusi online.

Prostitusi Online, Apartemen Kebagusan City Digerebek Satpol PP dan Pengelola: 7 PSK Terjaring

Dibangun Megah, Ini Fasilitas Stadion BMW Yang Didirikan Untuk Markas Persija

Jelang Undian 8 Besar Liga Champions 2019: Simak Profil  8 Tim yang Lolos ke Perempat Final

"Jadi ada yang mencurigakan seperti pakaiannya yang menor hingga naikin laki-laki, kita lacak posisinya melalui aplikasi lewat sini. Akunnya ketawan kita chatting. Petugas kemudian menyamar berpura-pura ingin beli jasa seks mereka," tuturnya.

Selama penyisiran bersama Lurah Kebagusan Leo Yudhantara, Satpol PP, TNI dan Polri, pihak Pengelola berhasil menciduk sebanyak 10 pelaku prostitusi online.

Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019)
Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019) (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

"PSK-nya ada tujuh, sisanya ada yang ngaku teman, ada yang bantu memperjualbelikan mereka dan Muncikarinya," lanjutnya.

Selepas penangkapan para pelaku tersebut, pengelola akan terus melakukan razia rutin hingga menghilangkan praktek tersebut dari Apartemen Kebagusan City.

"Itu kan kita ada aturannya untuk menyewakan unit harus menyerahkan data hunian ke pengelola. Kita akan razia rutin. Kalau terbukti ada pidana kita serahkan ke kepolisian," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved