2 Minggu Menjabat, Camat Mampang Prapatan Sebut Permasalahan Kota Lebih Kompleks di Jatinegara

Masyarakatnya memang di sini lebih adem ya. Kalau di Jatinegara cukup kompleks karena masyarakatnya lebih luas di sana. Permasalahan pun lebih banyak

2 Minggu Menjabat, Camat Mampang Prapatan Sebut Permasalahan Kota Lebih Kompleks di Jatinegara
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar pada Jumat (15/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Mantan Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar terhitung baru dua minggu menjabat Camat Kecamatan Mampang Prapatan di Jakarta Selatan.

Menurutnya, permasalahan wilayah Jatinegara lebih kompleks ketimbang wilayah Mampang Prapatan yang terlihat sejauh pengamatannya.

"Kalau saya lihat sih di sini masyarakatnya sudah kondusif, kalau titik tawuran saya belum tahu. Tapi di Jatinegara ada. Kalau titik rawan kebakaran masing-masing wilayah ada," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (15/3/2019) di Kantor Camat Mampang Prapatan.

Suasana lingkungan di wilayah Mampang Prapatan, lanjut Nasrudin, tampak lebih tenteram.

"Masyarakatnya memang di sini lebih adem ya. Kalau di Jatinegara cukup kompleks karena masyarakatnya lebih luas di sana. Permasalahan pun lebih banyak di sana," lanjutnya.

Nasrudin telah berkeliling ke sejumlah titik untuk melihat kondisi wilayah Kecamatan Mampang Prapatan.

1 WNI Hilang, Tantowi Yahya Dapat Laporan Ayah dan Anak Jadi Korban Tembak Teroris di Linwood

Menurutnya kemacetan menjadi biang keladi kesemrawutan kota.

Itu bisa dilihat dari banyaknya transportasi online yang tak beraturan di jalan Kapten Tendean maupun parkir liar di Jalan Widya Chandra.

"Dalam waktu dekat sepertinya saya akan menghilangkan permasalahan itu agar lebih baik," bebernya.

Pola kerja Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kedua wilayah tersebut pun berbeda.

Menurutnya, PKL di Jatinegara lebih banyak yang berjualan barang-barang ketimbang makanan.

Saat hari libur pun, di Jatinegara jumlah para PKL dan pengunjung pasar pun kian membeludak ketimbang di Mampang Prapatan yang lebih sepi.

"Kalau di wilayah Mampang Prapatan, PKL lebih meladeni pesanan makanan untuk orang kantoran yang ingin cari makan murah. Kalau di Jatinegara lebih ke barang-barang. Kalau di sini hari libur sepi, di Jatinegara PKL di pasar malah ramai. Saya sering dapat teguran dari Surat Pembaca dulu," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved