BPTJ: MRT Harus Ditopang Angkutan Massal yang Mudah Diakses Masyarakat

Menurut Bambang, peranan angkutan umum massal saat MRT beroperasi menjadi kunci utama dalam mengatasi macet di Jakarta.

BPTJ: MRT Harus Ditopang Angkutan Massal yang Mudah Diakses Masyarakat
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
MRT Jakarta tahap I rute Bundaran HI- Lebak Bulus mulai uji coba publik Selasa (12/3/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menilai masih dibutuhkan langkah lebih lanjut agar penggunaan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dalam mengurangi macet di Ibu kota bisa efektif.

Jelang pengoperasian yang rencananya akan dimulai pada akhir bulan Maret 2019 ini, MRT Jakarta diharapkan dapat menarik pengguna kendaraan pribadi agar beralih menggunakan angkutan umum.

"MRT yang berfungsi sebagai back bone tidak dapat berdiri sendiri. Supaya berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang oleh angkutan umum massal yang mudah diakses oleh masyarakat," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono dalam keterangannya, Jumat (15/3/2019).

Menurut Bambang, peranan angkutan umum massal saat MRT beroperasi menjadi kunci utama dalam mengatasi macet di Jakarta.

Sebab, melalui angkutan umum tersebut masyarakat bisa dengan mudahnya berangkat dari rumah menuju stasiun dan melanjutkan perjalanan dari stasiun MRT tanpa menggunakan kendaraan pribadinya.

"Kalau tidak tersedia layanan angkutan umum yang bersifat massal dan terintegrasi, kita khawatir stasiun-stasiun MRT akan menjadi titik kemacetan. Jangan sampai terjadi nanti, MRT yang kita harapkan mampu mengurai kemacetan malah menjadi sumber kemacetan baru," ungkapnya.

Jelang Persija Jakarta VS PSS Sleman, Panpel Berikan Tambahan 8.000 Tiket kepada The Jakmania

Kelakar Luna Maya Alasan Kuat Melotot Ala Suzzana, Raffi Ahmad:Jangan-jangan yang Baru Ada Dollarnya

Bambang, khawatir jika masyarakat tetap menggunakan kendaraan pribadi dari dan menuju stasiun, maka stasiun-stasiun tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan.

Mengatasi hal ini, Bambang mengaku bahwa pihaknya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pengelola MRT, LRT, dan TransJakarta akan saling berkordinasi untuk memastikan pengintegrasian antar moda tersebut. Tidak hanya integrasi secara fisik, namun juga secara sistem.

Integrasi sistem yang dimaksud, adalah dengan mengupayakan sistem pembayaran yang terintegrasi satu sama lain untuk menyatukan semua moda transportasi di Ibu Kota melalui satu alat pembayaran.

“BPTJ sudah menfasilitasi proses integrasi sistem pembayaran ini, tinggal menunggu audit dari Bank Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved