Halte di Jalan KS Tubun Jadi Lapak Dagang Sepatu dan Kipas Angin Bekas

Terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk sambil menyemir sepatu hitam di halte tanpa nama, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat.

Halte di Jalan KS Tubun Jadi Lapak Dagang Sepatu dan Kipas Angin Bekas
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sekitar enam kipas angin terpajang di atas alas plastik berwarna biru dan pedagang sepatu sedang duduk sambil menyemir sepatu di halte tanpa nama, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk sambil menyemir sepatu hitam di halte tanpa nama, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat.

Satu sampai sekitar 20 pasang sepatu terpajang di atas meja berbahan kayu.

Sang pedagang sepatu ini sudah sekitar tiga tahun berjualan di halte tersebut.

"Udah lama dagang di sini, kurang lebih tiga tahun, alhamdulillah ada aja yang beli," kata pedagang sepatu yang enggan menyebutkan namanya, di halte tanpa nama, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Harga sepasang sepatunya, lanjut dia, dijual seharga Rp30 ribu sampai Rp100 ribu.

"Rata-rata saya jualan sepatu pantofel," ujar pedagang sepatu sambil menggaruk dagunya.

Dia menyatakan, lantaran kebanyakan menjual sepatu pantofel, maka yang membeli mayoritas adalah pria yang berumur sekitar 30 sampai 60 tahun.

"Biasanya bapak-bapak yang beli, tukar tambah juga saya terima," kata pedagang sepatu yang memakai kacamata.

Sementara itu, di samping pedagang sepatu tersebut terlihat satu sampai sekitar enam kipas angin, terpajang di bawah berlaskan plastik berwarna biru.

Namun, batang hidung pedagang kipas angin itu tak terlihat.

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penusukan Penumpang Transjakarta di Halte BKN

Sebelum Tusuk Penumpang Transjakarta di Halte BKN, Sudirman Ingin Tusuk Penumpang KRL

Menurut pedagang sepatu, yang menjual kipas angin itu adalah kawannya.

"Itu yang dagang temen saya, dia lagi pulang dulu ke rumah, terus nitip ke saya," jelas pedagang sepatu kepada TribunJakarta.com.

Dari pantauan TribunJakarta.com, Hingga pukul 11.13 WIB, pedagang kipas angin tak kunjung datang jua.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved