Menengok Kantor Kecil UPK Badan Air yang Dibangun dari 1.000 Sampah Botol Plastik

Enam personel UPK Badan Air Pos Gerojokan dibantu personel Pos lain membangun rumah botol plastik sebagai tempatnya beristirahat setelah seharian.

Menengok Kantor Kecil UPK Badan Air yang Dibangun dari 1.000 Sampah Botol Plastik
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rumah botol plastik UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang dibangun dari 1.000 botol plastik, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Petugas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Unit Pos Gerojokan, Pasar Rebo, Jakarta Timur memiliki cara sendiri mengurangi sampah plastik.

Enam personel UPK Badan Air Pos Gerojokan dibantu personel Pos lain membangun rumah botol plastik sebagai tempatnya beristirahat setelah seharian bekerja.

Kepala Regu UPK Badan Air Pos Gerojogan, Pasar Rebo, Rudi Supriyadi (36) mengatakan ide membangun rumah botol plastik berasal dari pemantau UPK Badan Air DLH Kecamatan Pasar Rebo Sarmilih.

"Ide awalnya dari pak Sarmilih, dari Dinas Lingkungan Hidup kan juga memang ada intruksi mengurangi sampah plastik. Makannya kita bangun rumah botol plastik ini. Untuk bangun rumah botol plastik butuh sekitar 1.000 botol," kata Rudi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).

Butuh waktu tiga bulan hingga rumah botol plastik yang terletak di Jalan Raya Bogor wilayah Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo beres dibangun dan diresmikan.

Setelah sepakat membangun, sejak bulan Desember 2018 seluruh personel UPK Badan Air yang betugas di wilayah Kecamatan Pasar Rebo keroyokan mencari botol plastik mineral.

"Mulai mengumpulkan botol dari Desember 2018 lalu, baru jadi pas Februari 2019. Butuh waktu mengumpulkan botol plastik yang masih bagus. Sampahnya memang banyak, tapi kita pilih yang masih bagus," ujarnya.

Proses membangun rumah botol plastik tak mudah, setiap botol yang dikumpulkan dicuci sampai bersih sebelum dirangkai menggunakan kawat secara presisi.

Ditopang empat tiang besi yang beratap asbes, 1.000 botol yang tadinya tak berharga itu kini menyelimuti setiap bagian sehingga tampak elegan dipandang.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved