Penembakan di Selandia Baru

Penampakan Sosok Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru

Penampakan sosok Brenton Tarrant, pelaku penembakkan di Masjid Al Noor Selandia Baru.

Penampakan Sosok Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru
Kompas.com
Ilustrasi 

 TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden penembakan terjadi di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (14/3/2019).

Melansir Tribunnews.com, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan kejadian ini merupakan peristiwa luar biasa yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Tak hanya itu, Perdana Menteri Selandia Baru menuturkan peristiwa penembakan menjadikan Jumat ini salah satu hari terkelam negara tersebut.

Dalam peristiwa di kedua Masjid Selandia Baru itu, pihak kepolisian telah menangkap setidaknya empat orang.

Satu dari empat orang tersebut dikonfirmasi bernama Brenton Tarrant yang merupakan terduga pelaku di dua Masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Berdasarkan laporan ABC News, Brenton Tarrant merupakan pria berusia 28 tahun dan berasal dari Grafton.

Tarrant mengklaim sebagai teroris yang bertanggung jawab atas serangan saat Salat Jumat di Masjid Al Noor Christchurch, dan menewaskan 40 orang.

Seniman Minang dan Anaknya Korban Teroris di Selandia Baru: Paru-paru Bocor dan Kaki Tertembak

Penembakan di Masjid Selandia Baru Tewaskan 40 Orang, Arie Untung: Demi Allah Nangis Lihat Videonya

M Romahurmuziy Ditangkap, Mahfud MD: KPK Tak Bisa Dihalangi oleh Siapapun untuk Tangkap Koruptor

Romahurmuziy Tertangkap Tangan KPK di Surabaya, Mahfud MD Singgung Hanya Soal Waktu

Sebuah manifesto setebal 37 lembar seperti dikutip AP menyatakan Tarrant memang sengaja datang dari Australia untuk merencanakan dan melakukan aksinya.

"Menuju masyarakat baru kita maju pantang mundur dan membicarakan krisis imigrasi massal," demikian salah satu petikan manifesto berjudul "The Great Replacement" itu.

Manifesto itu juga menuliskan bahwa serangan itu adalah balasan untuk para penyerang di Tanah Eropa dan mereka yang memperbudak jutaan warga Eropa.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved