PSK Online di Apartemen Kebagusan City Patok Tarif Rp 900 Ribu Hingga Rp 1 Juta Sekali Kencan

Pengelola pun berhasil menciduk 10 pelaku yang tertangkap basah menawarkan jasa diri ke pelanggan selama penyisiran.

PSK Online di Apartemen Kebagusan City Patok Tarif Rp 900 Ribu Hingga Rp 1 Juta Sekali Kencan
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana penyisiran yang dilakukan pihak pengelola dan perangkat pemerintahan Kebagusan di Apartemen Kebagusan City yang disinyalir adanya prostitusi online pada Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Praktek prostitusi online di Apartemen Kebagusan City terbongkar setelah dilakukannya penyisiran oleh Satpol PP dan Pihak Pengelola Apartemen pada Kamis (14/3/2019) malam.

Pihak pengelola sempat memancing para pelaku prostitusi terlebih dahulu melalui aplikasi online berupa MiChat, WeChat hingga Twitter.

Mereka pun janjian dengan pihak pengelola yang berpura-pura sebagai pemesan.

Menurut Kepala Keamanan Apartemen Kebagusan City yang mencoba berinteraksi dengan pelaku prostitusi, Bernard Wahyu Wiryanta mereka mematok harga kisaran Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali main.

"Mereka menawarkan tarif Rp 900 sampai Rp 1 juta untuk sekali main lewat aplikasi. Itu untuk short term. Ada juga pelaku yang memakai 10 akun berbeda untuk melayani pelanggan. Kalau long term atau semalaman itu kisaran Rp 2 juta sampai pagi," ungkapnya.

Pengelola pun berhasil menciduk 10 pelaku yang tertangkap basah menawarkan jasa diri ke pelanggan selama penyisiran.

"Yang ketangkap 7 PSK, satu temannya, satu lagi diduga yang memperjualbelikan PSK dan Muncikari. Untuk pelaku prostitusi antara kelahiran 93-94," lanjutnya.

Lurah Kebagusan, Leo Yudhantara yang ikut menyisir lokasi tersebut mengatakan para pelaku prostitusi bukan berasal dari wilayahnya.

VIDEO Penjelasan Polisi Soal Pemuda Pengidap Skizofrenia Mengaku Teroris Saat Ditilang

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Ini

Sebagian besar berasal dari luar Jakarta.

"Kalau dari KTP pelaku tadi berasal dari luar Jakarta, ada yang dari Bandung. Bukan dari warga Jakarta Selatan. Sudah jelas untuk PSK akan kita lakukan pembinaan dan dibawa menuju Dinas Sosial," bebernya.

Leo melanjutkan penyisiran di apartemen itu merupakan buntut aduan warga apartemen yang resah dengan praktek prostitusi online.

"Pengelola ini sangat baik, terutama menertibkan protitusi online. Jadi internal pengamanan sangat baik. Ini juga karena permintaan warga setempat untuk menindaklanjutinya," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved