Suka Duka Pedagang Pasar Taman Puring, Dari Ditawar "Sadis" Sampai Merasa Iba

Pedagang pakaian pria dan topi di Pasar Taman Puring, Adri, sudah sekitar 11 tahun berjualan di tempat ini.

Suka Duka Pedagang Pasar Taman Puring, Dari Ditawar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Adri, pedagang pakaian pria dan topi, di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pedagang pakaian pria dan topi di Pasar Taman Puring, Adri, sudah sekitar 11 tahun berjualan di tempat ini.

Ia pun mengaku sudah merasakan banyak suka dan duka selama menjajakan barang dagangannya.

Adri mengatakan, barang dagangannya pernah ditawar secara "sadis" oleh beberapa calon pembeli.

"Ya ada saja. Misalnya topi, dari harga Rp 145 ribu yang beli tawar Rp 35 ribu atau Rp 45 ribu," kata Adri saat ditemui TribunJakarta.com di kiosnya, Jumat (15/3/2019).

Kebanyakan, lanjut dia, yang bersikap seperti itu adalah dari kalangan pelajar.

Meski begitu, pria yang merantau dari Padang, Sumatera Barat, itu tetap menjawab tawaran mereka dengan halus.

"Sebetulnya tidak apa-apa kalau mau menawar. Namanya pasar pasti harganya tidak pasti," ujarnya.

"Kalau saya sih cuma bilang, nabung saja dulu, nanti sebulan lagi baru datang lagi. Kadang-kadang merasa kasihan juga."

Cerita Renawati, Petugas Kebersihan Taman Puring Berstatus Sarjana Pertanian

Prasasti Soe Hok Gie di Museum Taman Prasasti Jakarta Pusat

Baginya, yang terpenting dalam berjualan atau ketika ingin membeli sesuatu adalah menurunkan ego masing-masing.

"Coba kalau dia di posisi sebagai pedagang, terus ditawar segitu, gimana? Kesal juga kan? Tapi saya santai lah, tidak jadi beli juga tidak apa-apa," tutur Adri yang mengaku berusia di bawah 30 tahun.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved