Warga Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Kompensasi TPA Burangkeng

Ratusan warga Desa Burangkeng kembali berkumpul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Jalan Raya Jatimulya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Warga Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Kompensasi TPA Burangkeng
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Warga Desa Burangkeng kembali menggelar aksi di TPA Burangkeng menuntut pemberian kompensasi uang ke Pemkab Bekasi, Jumat, (15/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Ratusan warga Desa Burangkeng kembali berkumpul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Jalan Raya Jatimulya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (15/3/2019).

Aksi ini merupakan lanjutan dari protes warga yang menuntut Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memberikan kompensasi dalam bentuk uang tunai terhadap warga terdampak TPA Burangkeng.

Pantauan TribunJakarta.com, ratusan warga berkumpul di depan akses masuk TPA Burangkeng.

Satu mobil komando juga dikerahkan untuk menyuarakan aksi tuntutan yang selama ini belum dapat dikabulkan.

Ali Gunawan Ketua Tim 17 yang merupakan yang merupakan tim penerima dan penyampaian aspirasi warga Desa Burangkeng, mengatakan kehadiran warga hari ini adalah reaksi dari Pemkab yang kabarnya akan membuka paksa operasional TPA Burangkeng.

"Informasi di media kan seperti itu, batas waktu warga buka secara sukarela TPA sampai tanggal 14, kalau emang di gak di buka juga mau kerahkan pihak keamanan, jadi makanya kita sampaikan ke warga hari ini ada pembukaan paksa," kata Ali, Jumat (14/3/2019).

Namun hingga pukul 11.00 WIB, pihak kemanan yang rencananya akan membuka paksa TPA urung datang, hanya ada pihak kemanan dari Binmaspol Polsek Setu dan Babinsa Koramil Setu yang mengawal aksi warga.

"Sampai sekarang belum ada, mungkin masih lebih ditempuh jalur musyawarah kali ya, yang jelas kita warga kalau belum ada kejelasan kompensasi kita akam tetap tutup," tegas dia.

Sementara itu, Susi warga RW01, Desa Burangkeng, mengatakan, selama ini warga belum pernah mendapat kompensasi dari dampak yang ditimbulkan TPA. Untuk itu, dia menginginkan adanya kompensasi dalam bentuk uang tunai.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved