Berkali-kali Ditertibkan PKL di JPO Pasar Jatinegara Masih Nekat Berjualan

Ketika petugas Satpol PP datang, para pedagang segera mengemasi barang dagangannya dan pergi menjauh dari JPO.

Berkali-kali Ditertibkan PKL di JPO Pasar Jatinegara Masih Nekat Berjualan
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di JPO Pasar Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasar Jatinegara, tetap berjualan meskipun kerap kucing-kucingan dengan Petugas Satpol PP.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Nasrul, satu diantara PKL di atas JPO Pasar Jatinegara.

"Kalau jualan memang tiap hari di sini. Kalau sudah agak malam saya pindah ke dekat Stasiun Jatinegara. Kalo di sini sebenarnya sering di razia sama Satpol PP. Tapi kan kita butuh uang, jadi main kucing-kucingan sajalah," jelas lelaki 54 tahun itu pada TribunJakarta.com, Sabtu (16/3/2019).

Hal senada juga diungkapkan oleh Budi (60) yang berjualan miniatur ondel-ondel.

"Kalo ada Satpol PP kita lari. Abis situ biasanya saya jualan di sekitaran pasar aja keliling. Tapi kalau Satpol PP sudah pergi, saya balik jualan di sini lagi. Habisnya mau bagaimana lagi, kita juga butuh makan," tuturnya.

Ketika petugas Satpol PP datang, para pedagang segera mengemasi barang dagangannya dan pergi menjauh dari JPO.

JPO atau Jembatan Penyebrangan Orang merupakan fasilitas pejalan kaki untuk menyebrang jalan.

Larangan PKL berjualan di JPO terdapat dalam Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Pantauan TribunJakarta.com, Ada sekitar 15 PKL yang berjualan di atas JPO Pasar Jatinegara.

Hal ini membuat pejalan kaki yang lewat harus berjalan bergantian ketika ramai, karena ruang yang terbatas.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved