Berusia 102 Tahun, Ini Sejarah Pembangunan Jembatan Panus Depok, Tanpa Besi hingga Pakai Putih Telur

Meski berulang kali diterjang banjir dan debit air yang deras, nyatanya Jembatan Panus yang telah berusia 102 tahun masih berdiri kokoh.

Berusia 102 Tahun, Ini Sejarah Pembangunan Jembatan Panus Depok, Tanpa Besi hingga Pakai Putih Telur
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Jembatan Panus yang ada di Jalan Thole Iskandar, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Jembatan Panus di Jalan Thole Iskandar, RT 04/07, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, merupakan satu diantara sejumlah bangunan peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh di Kota Depok.

Meski berulang kali diterjang banjir dan debit air yang deras, nyatanya Jembatan Panus yang telah berusia 102 tahun masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Sejarawan Kota Depok Ferdy Jonathan menjelaskan, Jembatan Panus dibangun pada tahun 1917 tanpa menggunakan bahan baku besi.

"Jadi kalau dilihat, gak ada ini unsur besinya di Jembatan Panus, sejak dibangun ya tanpa ada unsur besinya sama sekali," ujar Ferdy dijumpai TribunJakarta.com di Jembatan Panus, Sabtu (16/3/2019).

Ferdy menuturkan, Jembatan Panus dibangun hanya menggunakan bahan dasar seperti kapur, batu kali, pasir, dan semen, oleh pekerjanya yang merupakan warga pribumi asli. 

Rela Panas-Panasan, Pengunjung Padati Festival Jajanan Bango 2019 di Hari Pertama

Ibunda Syahrini Beberkan Harapannya, Ini Sikap Reino Barack Setelah Nikah

Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Nyengir Difoto, Luna Maya: Cukup Banyak Buat Hati Hancur

Bahkan, Ferdy menuturkan pembangunan Jembatan Panus juga menggunakan bahan dasar putih telur, yang berfungsi untuk merekatkan bahan-bahan dasar tersebut.

"Pakai putih telur itu kan lengket, jadi untuk merekatkan bahan-bahan dasar bangunannya yang seperti batu kali, pasir, semen, dan kapur," tandasnya.

Lanjut Ferdy, saat ini Jembatan Panus juga difungsikan untuk memantau debit air dari Bogor sebelum tiba di Jakarta.

Di bagian tiangnya, terdapat meteran tinggi air yang digunakan untuk memantau kondisi debit air setiap harinya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved