Indonesia Perlu Ubah Ini Untuk Berevolusi ke Industri 4.0, Ini Penjelasan APINDO

Guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan bekerja di industri 4.0, perlu diadakan pematangan melalui beberapa cara.

Indonesia Perlu Ubah Ini Untuk Berevolusi ke Industri 4.0, Ini Penjelasan APINDO
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Harijanto, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Industri Indonesia saat ini tengah menuju ke revolusi industri 4.0.

Industri 4.0 ialah ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang industri lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi.

Guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan bekerja di  industri 4.0, perlu diadakan pematangan melalui beberapa cara.

"Kurikulum pendidikan SMA dan SMK harus diubah. Jangan SMK dibiarkan tumbuh liar. Jangan satu SMK jurusannya terlalu banyak. Kedua Balai Latihan Kerja (BLK) harus segera diperbaiki, direnovasi total. Serta proses yang paling penting adalah setelah itu semua, industri jasa harus ada sertifikasi," tutur Harijanto, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada TribunJakarta.com, Sabtu (16/3/2019).

Perubahan kurikulum pendidikan diantaranya mengubah ke pendidikan vokasi.

Sejarah Jembatan Panus Kota Depok, Peninggalan Zaman Kolonial Belanda, Berusia Lebih 1 Abad

Sudutkan Muslim di Kasus Terorisme, Senator Fraser Anning Ditimpuk Telur saat Diwawancari Media

Ibunda Syahrini Beberkan Harapannya, Ini Sikap Reino Barack Setelah Nikah

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan diploma yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1.

Melihat perkembangan industri yang cukup baik selama beberapa tahun kebelakang, pembinaan skill terhadap kemampuan SDM Indonesia memang perlu ditingkatkan.

"Saya kira yang paling penting sekarang adalah peningkatan pendidikan vokasi. Karena orang Indonesia mempunyai skill yang memadai untuk bekerja di sektor yang tidak bisa digantikan oleh orang asing. Contohnya di industri manufaktur, itu kan nggak mungkin kita merekrut ribuan orang luar walaupun nanti udah 4.0," tambah Hari.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved