Kenali Penyebab dan Tips Agar Terhindar dari Masalah Kejiwaan

Jumlah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jakarta tercatat cukup tinggi.

Kenali Penyebab dan Tips Agar Terhindar dari Masalah Kejiwaan
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Para ODMK dan ODGJ atau PLS yang menempati PSBL Harapan Sentosa 3. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM‎, GROGOL PETAMBURAN - Jumlah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jakarta tercatat cukup tinggi.

Berdasarkan data dari tiga Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa sedikitnya 2.500 ODMK dan ODGJ yang ditampung.

P‎sikolog Baharudin yang memberikan pendampingan di PSBL Harapan Sentosa 3 mengatakan banyak faktor yang membuat mereka mengalami gangguan kejiwaan.

Namun, faktor utamanya karena kondisi psikologis mereka yang tidak kuat dalam menghadapi permasalahan yang diderita.

"‎Secara umum karena faktor ketahanan jiwa mereka. Ambil contoh ada orang yang stres dengan berbagai masalah namun ada juga yang biasa saja. Jadi tidak semua orang kuat terhadap stres," kata Baharudin saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Sabtu (16/3/2019).

Lantas bagaimana caranya agar kita terhindar dari masalah kejiwaan?

Baharudin menyebutkan ada dua kunci utama yang harus dimiliki setiap orang agar mereka dapat kuat menjalani berbagai aral yang ada dalam kehidupan.

Kedua poin itu yakni mampu menyesuaikan diri dalam setiap hal yang dihadapi serta memiliki hati yang ikhlas.

Sebab, banyak dari mereka yang tidak mampu menghadapi kenyataan akibat tak sesuai keinginan malah berujung jiwanya terganggu.

"‎Yang paling mudah adalah menyesuaikan diri dan ikhlas. Itu obat yang terbaik, Jadi mengalir saja hadapi semuanya," kata Baharudin.

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penusukan Penumpang Transjakarta di Halte BKN

Gugat Karni Ilyas dan TV One Rp 1 Triliun, Andi Arief: Kejiwaan Anak Saya Sudah Dibunuh

Terkait stres yang dihadapi akibat banyaknya tuntutan, Baharudin menyebut hal itu tidak bisa dipungkiri.

Namun ia menjelaskan bahwa stres ‎pun dibagi menjadi dua, yakni dalam kategori positif dan negatif.

"Eustres itu adalah stres yang positif, artinya dia stres karena tuntutan pekerjaan. Namun hal itu harus segera diatasi agar tidak menjadi distres‎ atau stres negatif yang kalau dikumpulin terus bisa jadi bahaya," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved