Warga Rutin Berziarah ke Makam Mbah Datuk Ragem di Manggarai

Sejak turun temurun, warga Manggarai mempercayai keberadaan dua makam kuno yang berada di wilayahnya.

Warga Rutin Berziarah ke Makam Mbah Datuk Ragem di Manggarai
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sejak turun temurun, warga Manggarai memercayai keberadaan dua makam kuno yang berada di wilayahnya.

Di makam keramat itu bersemayam seorang yang dianggap oleh warga sekitar adalah sepasang pejuang bernama Mbah Datuk Ragem dan suaminya.

Warga sekitar sebenarnya tak tahu pasti sejak kapan tepatnya makam itu berada di wilayah Manggarai.

Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019).
Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Sebab, sebelum tahun 1960, makam itu sudah ada di sana.

Hal itu diceritakan oleh Ketua RT 005 RW 011, Kelurahan Manggarai yang kediamannya berada tak jauh dari lokasi makam itu.

"Saya lahir tahun 70 an. Makam ini sudah ada sekira tahun 50 an kata warga sekitar itu sudah ada tapi bukan di sini letaknya," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di lokasi, Sabtu (16/3/2019).

Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019).
Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Teguh melanjutkan makam Mbah Datuk Ragem ini awalnya berada di bengkel kereta milik PT KAI di Manggarai.

Setelah tahun 1960, makam itu dipindahkan ke wilayah permukiman warga.

Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019).
Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Warga sekitar, lanjut Teguh, kini tak ada yang mengetahui secara pasti sejarah latar belakang makam ini lantaran juru kunci yang menjaga telah berpulang.

"Sepasang suami istri yang merupakan juru kunci sudah wafat. Saya tahu nama itu dari satu di antara juru kuncinya. Menurutnya, beliau pejuang menjadi pengikut pangeran Diponegoro, " lanjutnya.

Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019).
Makam Keramat di Manggarai pada Sabtu (16/3/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

VIDEO Segera Jadi Cagar Budaya, Makam Keramat Mbah Priuk Dalam Taraf Pembangunan

Ada Tiga Makam Keramat Tepat di Depan Ruangan Imam Masjid Al Barkah Mampang

Tak sedikit warga dari permukiman maupun luar yang singgah untuk berziarah dan takziah.

"Sudah banyak yang takziah rutin ke sini. Seminggu dua kali bisa dari warga sini atau luar. Kalangan ulama juga pernah mampir ke sini," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved