Lemahnya Literasi Jadi Penyebab Informasi Hoaks Mudah Dipercaya Masyarakat

Gerakan ini menjadi satu di antara gerakan antihoaks yang dilakukan oleh jajarannya dengan tujuan memberikan literasi kepada masyarakat.

Lemahnya Literasi Jadi Penyebab Informasi Hoaks Mudah Dipercaya Masyarakat
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Panggung musik dalam acara bertajuk 'Milenial Anti Hoax' di Plaza Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Kepala Biro Penerangan Masyarakat ( Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut penyebab informasi hoaks mudah dipercaya karena lemahnya tingkat literasi di masyarakat.

Hal itu ia sampaikan melalui acara 'Milenial Anti-hoaks' yang diselenggarakan oleh Polri di Plaza Timur Senayan, Jakarta Pusat.

"Kelemahan masyarakat kita, banyak sekali yang langsung percaya terhadap berita hoaks karena lemahnya literasi," kata Dedi Prasetyo di lokasi, Minggu (17/3/2019).

Dedi menambahkan, gerakan ini menjadi satu di antara cara menangkal informasi hoaks yang dilakukan oleh jajarannya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tak lantas percaya informasi yang berseliweran di media sosial.

VIDEO Busa Muncul di Setu Parigi Tangerang Selatan

Bruno Matos Lebih Pentingkan Kemenangan Persija Dibanding Gelar Top Skor Piala Presiden 2019

"Kepada masyarakat, untuk tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang menyebar di media sosial," kata Dedi sambil duduk di sofa.

Dedi juga menyoroti kaum milenial, sebagai mayoritas pengguna aktif media sosial, harus bisa mengecek kembali sumber-sumber informasi di media sosial.

Caranya, lanjutnya, dengan perbanyak membaca dan komparasi dengan berita lainnya.

"Kalau sudah baca satu berita, cari lagi sumber lain yang lebih kredibel, terus diverifikasi lagi, pokoknya cek ulang sampai ketemu yang benar," jelas Dedi.

Sementara itu, untuk menangkal informasi hoaks, Dedi memberikan kuncinya.

"Yang penting harus berpikir logis dan kritis, rajin baca pokoknya," pungkas Dedi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved