PDGI Tunggu Pemerintah Soal Tarif Dokter Gigi di Layanan BPJS Kesehatan

Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia​ (PDGI) mengatakan seluruh dokter gigi yang bermitra dengan BPJS masih menanti bagaimana sikap pemerintah.

PDGI Tunggu Pemerintah Soal Tarif Dokter Gigi di Layanan BPJS Kesehatan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua Umum PDGI Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM (K)., MM di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Masalah kapitasi atau pembayaran untuk jasa pelayanan kesehatan bagi dokter gigi yang menangani pasien BPJS Kesehatan dan santer dibicarakan sejak awal Januari 2019 lalu masih dalam tahap kajian oleh pemerintah.

Sejak dibahas dalam Rakernas XII Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), menemui Komisi IX DPR, dan berkirim surat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pembahasan kapitasi bagi dokter gigi masih belum beres.

Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia​ (PDGI) Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM (K)., MM mengatakan seluruh dokter gigi yang bermitra dengan BPJS masih menanti bagaimana sikap pemerintah atas keluhan mereka.

"Mereka (Pemerintah) sudah sampaikan akan mengkaji ulang kapitasi, karena kapitasi sekarang sudah tidak sesuai. Dari biro hukum Kemenkes sudah meminta untuk kemanfaatannya, kemanfaatannya akan mengkaji lagi," kata Seno di sela diskusi Ikatan Peminat Kedokteran Gigi Indonesia, Pulo Gadung, Minggu (17/3/2019).

Selama ini, Seno menuturkan dokter gigi yang bermitra dengan BPJS Kesehatan merugi karena kapitasi sekarang masih mengacu pada harga empat tahun lalu, atau Rp 2.000 per pasien.

Bila mengacu pada kapitasi sekarang, dokter gigi yang bermitra dengan BPJS hanya besaran kapitasi yang didapat sekitar Rp 20 juta per bulan, sedangkan untuk membiayai semua idealnya Rp 30 juta.

Selain kenaikan harga bahan, barang, dan obat, upah bagi perawat ikut naik sehingga 35 ribu dokter gigi yang tercatat sebagai anggota PDGI meminta pemerintah menaikkan dana kapitasi.

"Pengeluaran fix cost yang tadinya Rp 5 sampai Rp 10 juta sekarang jadi Rp 15 sampai Rp 20 juta. Ditambah dengan bahan yang tinggi, sehingga Rp 20 juta kurang," ujarnya.

Hadiri Deklarasi Keselamatan Sopir Truk, Jokowi: Dulu Bapak Saya Sopir Truk dan Bus

Sejak Subuh, Pria Ini Menunggu Sampah Botol Plastik di CFD Jakarta

Survei SMRC : Jokowi-Maruf 57,6 persen; Prabowo - Sandiaga 31,8 persen, Undecided Voters 10,6 persen

Dengan kapitasi Rp 30 juta per bulan, Seno menyebut dokter gigi yang bermitra dengan BPJS Kesehatan tak sepenuhnya bisa mendapat untung.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved