Warga Kelurahan Pekayon Keluhkan Ketiadaan Turap di Kali Baru

Menurutnya perangkat RT dan RW 08 telah mengajukan permintaan agar pemerintah membangun turap dan jembatan penghubung sejak lama

Warga Kelurahan Pekayon Keluhkan Ketiadaan Turap di Kali Baru
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kondisi Kali Baru di wilayah Kelurahan Pekayon yang tanpa turap, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Ketiadaan turap di aliran Kali Baru wilayah Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur dikeluhkan warga karena tak kunjung dibangun meski longsor kerap terjadi.

Siregar (68), satu warga RW 08 mengatakan kedatangan tim dari Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun belakangan hanya sekedar meninjau namun tak kunjung membangun turap.

"Pegawai pemerintah sering datang, tapi ya kalau datang cuman foto-foto Kali sama ngukur begitu. Bilangnya sih mau bangun turap, tapi sampai sekarang enggak," kata Siregar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya perangkat RT dan RW 08 telah mengajukan permintaan agar pemerintah membangun turap dan jembatan penghubung sejak lama.

Namun upaya yang sudah beberapa kali dilakukan hingga kini tak membuahkan hasil sehingga mereka khawatir longsor bakal terus terjadi.

"Sudah mengajukan proposal secara resmi, sudah sering diajukan tapi enggak ada respon. Makannya kita bosan lihat orang pemerintah datang terus foto-foto, sudah malas nanya," ujarnya.

Indra (48), menuturkan longsor di Kali Baru berdampak pada makin lebarnya aliran Kali Baru yang menampung debit air dari Depok dan Bogor.

Dari sekitar tahun 1976 saat dia bermukim, menurutnya lebar Kali Baru bertambah sekitar dua meter sebagai imbas longsor yang terus menerus terjadi.

"Ini kalinya semakin lebar, ada dua meter lah. Setiap habis longsor kan bagian tanahnya berkurang, jadi kalinya semakin lebar. Longsornya sih enggak besar, tapi karena terus-menerus jadi berdampak," tutur Indra.

Turap ternayar yang dibangun pemerintah yakni di bagian dekat gerojokan Kali Baru, sayang pembangunan turap tak merata menyelesaikan masalah longsor.

Wakil Ketua KPK Tegaskan Pihaknya Tidak Menjebak Romahurmuziy

Menteri Agama Sebut Pihaknya Tidak Beri Bantuan Hukum Bagi Pegawai yang Terjaring OTT KPK

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Siap Diperiksa oleh KPK

Di bulan Januari 2019 lalu, Indra menyebut tim dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Bogor datang meninjau dengan alasan yang sama, hendak membangun turap.

"Belum lama pegawai pemerintah datang, ada orang dari pemerintah Bogor juga. Saya tahu karena lihat tulisan di baju mereka. Bilangnya sih mau bangun turap, sama dibangun apa gitu. Kata mereka air nanti air dari Bogor enggak lewat Ciliwung semua," lanjut dia.

Pantauan TribunJakarta.com, bagian tanah yang tak memiliki turap tampak curam. Di wilayah RW 08 sendiri terdapat bronjong yang biasa dibangun setelah longsor terjadi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved