Jadi Kurir Sabu, RA Mengaku Ingin Berangkatkan Orangtua ke Tanah Suci dan Terdesak Biaya Lahiran

Riko mengaku, dirinya kembali terjerat di bisnis haram tersebut sejak tahun 2016 silam, setelah berkenalan dengan bosnya.

Jadi Kurir Sabu, RA Mengaku Ingin Berangkatkan Orangtua ke Tanah Suci dan Terdesak Biaya Lahiran
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Waka Polresta Depok AKBP Arya Perdana menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan dari pelaku RA (32), Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Demi biaya persalinan anak keduanya, seorang tukang tato berinsial RA (32) nekat menyambi sebagai kurir nakotika jenis sabu.

Padahal, dirinya merupakan seorang residivis dalam kasus yanh sama, dan telah menjalani masa hukuman empat tahun penjara di Lapas Paledang, Bogor.

Ketika diperiksa, RA menuturkan dirinya terpaksa menjadi kurir narkoba untuk biaya lahiran sang istri yang tengah mengandung anak keduanya, serta ingin memberangkatkan orang tuanya beribadah ke tanah suci.

"Uang hasil antar narkoba saya pakai buat biaya ibu Umrah orang tua, dan lahiran istri saya yang lagi mengandung anak kedua," ujar RA di Polresta Depok, Pancoran Mas, Selasa (19/3/2019).

Riko mengaku, dirinya kembali terjerat di bisnis haram tersebut sejak tahun 2016 silam, setelah berkenalan dengan bosnya yang diduga adalah bandarnya.

Kurir Narkoba di Depok Dapat Upah Rp 200 Ribu dari Satu Gram Sabu yang Diantarnya

"Ngambilnya di Cikini, Jakarta Pusat, gak pernah ketemu bos. Biasanya dia telfon terus kasih arahan sama saya untuk antar ke pelanggan dengan cara tempel di tiang listrik," kata RA.

Dari setiap satu gram sabu yang berhasil diantar, RA mengakui dirinya diupah sebesar Rp 200 ribu.

"Kalau antar setengah kilogram saya dapat sekiranya Rp 20 juta," ucap RA mengakui penghasilannya.

Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengintaian terhadap pelaku RA sejak bulan Desember 2018 silam.

Saat ini, Arya menuturkan pihaknya pun kini tengah mengejar terduga bandar sabu yang memasok barang haram tersebut kepada pelaku RA.

“Kami masih kejar ya bandarnya, pelaku RA kami jerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara sampai seumur hidup," kata Arya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved