Kisah Bu Tami Jualan Kue Demi Hidupi Anaknya yang Mengidap Lemah Otot

Tami sudah harus bangun saat matahari belum muncul dan membuat kue. Ia membuat pastel, risol, piscok dan lain-lain

Kisah Bu Tami Jualan Kue Demi Hidupi Anaknya yang Mengidap Lemah Otot
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Winih Utami Pristiwati (49) dan Fauzan Akmal Maulana (15) di kediamannya di bilangan Kampung Kladen, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Winih Utami Pristiwati (49), sosok wanita tangguh berhati besar yang merawat dan membesarkan anaknya yang mengidap lemah otot.

Tami, panggilan karibnya, sudah 100 hari menjadi orang tua tunggal dari Fauzan Akmal Maulana (15) dan Lisrina Fauziah Khairunnisa (20).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Fauzan, anaknya, divonis dokter mengalami lemah otot atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Duchenne muscular dystrophy ( DMD).

Tami sudah harus bangun saat matahari belum muncul dan membuat kue. Ia membuat pastel, risol, piscok dan lain-lain.

Terkadang, jika ada pesanan, Tami biasa memasak nasi kotak ataupun masakan untuk acara hajatan tertentu.

Saat matahari muncul, Tami membonceng Fauzan di depan, menaiki sepeda motor, mengantarnya sekolah.

Dan di bagian belakangnya, terdapat tas besar untuk membawa kue-kue yang dibuatnya.

"Sekalian, jadi habis nganter, langsung naro kue di warung dan swalayan," ujar Tami di rumahnya, di bilangan Kampung Pladen, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (19/3/2019).

Saat mengantar sekolah, Tami harus menggendong Fauzan yang sudah sama sekali tak bisa berjalan, sampai ke kelas yang berada di lantai dua SMP Baitul Maal, Pondok Aren.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved