Kepala SD Negeri Harapan Baru III Harus Ganti Rugi Dana BOS yang Raib Digondol Maling

Kepala SD Negeri Harapan Baru III, Rita Yulia Ramadani, harus mengganti rugi kehilangan uang dana BOS tersebut.

Kepala SD Negeri Harapan Baru III Harus Ganti Rugi Dana BOS yang Raib Digondol Maling
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
SD Negeri Harapan Baru III di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Kasus pencurian uang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 111 juta milik SD Negeri Harapan Baru III, Bekasi Utara yang digondol maling usai dicairkan harus ditanggung kepala sekolah.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, Kepala SD Negeri Harapan Baru III, Rita Yulia Ramadani, harus mengganti rugi kehilangan uang dana BOS tersebut.

"Sesuai dengan peraturan TPGR (Tuntutan Perbendaharaan, dan Ganti Rugi) yang bersangkutan (kepala sekolah) harus mengganti rugi," kata Inay saat dikonfirmasi, (20/3/2019).

Inay melanjutnya, kepala sekolah yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) terlebih dahulu melaporkan kejadian pencurian tersebut ke pihak kepolisian, lalu ke Dinas Pendidikan selanjutnya ke inspektorat.

"Kemarin sudah lapor, ke Disdik juga sudah, kepala sekolah juga sudah membuat surat pernyataan dan menulis kronologis tertulis," jelas dia.

Uang Dana BOS Rp 111 Juta Raib di Bekasi, Begini Kronologis Kejadiannya

Dana BOS SD Negeri Harapan Baru III Bekasi Raib Dicuri Maling

Untuk mekanisme ganti rugi kata Inay, pihaknya masih menunggu dari Inspektorat yang akan menentukan apakah pembayaran ganti rugi akan dilakukan bertahap atau langsung.

"Nanti kepala sekolah buat surat pernyataan pembayaran, uang nanti akan dimasukkan ke rekening kas sekolah atau untuk opersional sesuai yang diberikan dari pusat," jelas dia.

Sebelumnya, kasus pencurian uang dana BOS sebesar Rp 111 Juta bermula ketika Rita Yulia Ramdani, kepala SD Negeri Harapan Baru III, mecairkan dana tersebut di Bank BJB cabang Kota Bekasi, Senin, (18/3/2019).

Usai mencairkan, dana tersebut di bawa menggunakan mobil dan dimasukkan ke di dalam tas. Ketikan hendak kembali ke sekolah, aksi pencurian terjadi ketika Rita melintas di Jalan KH Muchtar Tabrani, Bekasi Utara.

Modus pencurian diduga dengan cara kempes ban, mobil yang dikendarai Rita disinyakir terkena ranjau paku. Ketika keluar dan memeriksa bannya, pencuri dengan cepat mengambil tas berisi uang dana bos yang diletakkan di kursi depan kemudi.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved