Bocah SD di Depok Korban Jambret, Polisi Imbau Orang Tua Anaknya Tidak Difasilitasi Ponsel

Meski sempat melarikan diri, kedua jambret tersebut akhirnya berhasil tertangkap dan menjadi sasaran bulan-bulanan massa.

Bocah SD di Depok Korban Jambret, Polisi Imbau Orang Tua Anaknya Tidak Difasilitasi Ponsel
DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi borgol 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Peristiwa jambret handphone terjadi di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat Kantor Pos di Jalan Gas Alam, Cimanggis, Kota Depok, sekira pukul 16.00 WIB sore ini.

Kali ini, korban yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar menjadi sasaran dua pelaku jambret yang berinisial RS dan GF.

Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika korban tengah melintas bersama empat temannya dan berpapasan dengan dua pelaku.

"Ketika melintas, korban mengeluarkan handphone yang langsung memancing perhatian pelaku, dan seketika itu juga pelaku langsunh mengambil handphone hingga korban menjerit histeris," ucap Suyud pada TribunJakarta.com, Kamis (21/3/2019).

Meski sempat melarikan diri, kedua jambret tersebut akhirnya berhasil tertangkap dan menjadi sasaran bulan-bulanan massa.

Atas kejadian ini, Suyud menuturkan pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua, agar tak memfasilitasi handphone pada anaknya yang masih berusia dini.

Menurutnya, para pelaku kejahatan jalanan ini akan semakin berani ketika melihat anak kecil yang membawa benda-benda berharga di jalan raya.

Disdik Tangerang Pecat 6 Guru Honorer yang Foto Pose 2 Jari Sambil Pegang Stiker Prabowo-Sandi

Istri Keluar dari Kamar Mandi dengan Teman, Suami Kalap Karena Dijawab Maaf Aku Salah

Kemenhub: Tarif Ojek Online Jauh Dekat di Bawah 5 Km Rp 10 Ribu

"Jadi kami dari Kepolisian menghimbau masyarakat khususnya pada orang tua, agar tak memfasilitasi handphone pada anaknya yang masih kecil. Atau mungkin bisa bermain handphone di rumahnya masing-masing, tidak untuk dibawa keluar apalagi menampilkannya di tempat umum," ujar Suyud.

Lanjut Suyud, kedua pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan insentif yang dilakukan oleh pihaknya.

"Kedua pelaku sedan kami periksa, dan terancam dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancama pidana lima tahun lebih kurungan penjara," ujar Suyud.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved