Gadeng Pemkot dan BNNK Jakarta Utara Bentuk Tim Sepuluh untuk Cegah Peredaran Narkotika

Asisten Pemerintahan Jakarta Utara, Abdul Khalit mengatakan, pembentukan Tim Sepuluh termasuk dalam strategi jangka pendek dalam pelaksanaan P4GN.

Gadeng Pemkot dan BNNK Jakarta Utara Bentuk Tim Sepuluh untuk Cegah Peredaran Narkotika
Istimewa/Dokumentasi Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Pemerintah Kota Jakarta Utara bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara membentuk Tim Sepuluh dalam upaya P4GN. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara membentuk Tim Sepuluh dalam upaya Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika (P4GN).

Asisten Pemerintahan Jakarta Utara, Abdul Khalit mengatakan, pembentukan Tim Sepuluh termasuk dalam strategi jangka pendek dalam pelaksanaan P4GN.

Strategi ini dijalankan dengan penyebaran dan pemasangan stiker dengan materi 'daerah rawan narkoba', serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimulai dari pencegahan sampai adanya penemuan kasus.

"Jangka pendeknya kita perlu gerakan sosialisasi dan mengkampanyekan, baik dengan forum Forkominko (Forum Komunikasi Pimpinan Kota) dan dunia usaha," kata Abdul, Kamis (21/3/2019).

Adapun untuk strategi jangka panjangnya, Tim Sepuluh akan menginventarisir titik rawan narkoba dari sisi fisik dan non fisik.

Beredar Calon Pemain Asing Persib Bandung Bakal Datang, Satu yang Pasti Bakal Ditendang

Data tersebut nantinya disampaikan dan dikoordinasikan dengan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait maupun dunia usaha melalui program Corporate Social Respondsbility (CSR).

"Serta dengan membangun rumah kreatif atau rumah usaha untuk mantan pengguna dan warga sekitar," kata Abdul.

Kepala BNNK Jakarta Utara, AKBP Yuanita Amelia Sari menerangkan, Tim Sepuluh terdiri dari kolaborasi unsur pemerintahan, masyarakat seperti lembaga musyawarah kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyaraka (FKDM), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan dunia usaha.

"Kita gandeng dunia usaha karena melalui dari mereka ada kesempatan kerja dan terbukanya lapangan pekerjaan sehingga mereka juga bisa peduli terhadap permasalahan narkotika," jelasnya.

Dia menerangkan, pihaknya telah menetapkan 30 titik rawan narkoba di 17 kelurahan se-Jakarta Utara. Pembentukan tim ini ditargetkan rampung akhir bulan ini dan mulai beraksi melakukan pencegahan Narkotika pada April 2019.

"Sehingga nanti ke depannya ada peningkatan, baik dalam peningkatan kesejahteraan maupun peningkatan kesehatan. Serta dapat membenahi permasalahan mendasar di wilayah Kota Jakarta Utara yang berimbas pada permasalahan narkoba," tutupnya.

Wali Kota Jakarta Utara telah mengeluarkan Instruksi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Prekusor Narkotika di Kota Administrasi Jakarta Utara. Seluruh UKPD hingga kecamatan dan kelurahan ditugaskan berperan aktif dalam pencegahan Narkotika tersebut.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved