KNKT: Laporan Akhir Kecelakaan Lion Air PK-LQP Akan Dipublikasikan Agustus 2019

Nurcahyo Utomo mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mengumpulkan 90 persen data yang diperlukan untuk mengungkap kecelakaan pesawat nahas tersebut

KNKT: Laporan Akhir Kecelakaan Lion Air PK-LQP Akan Dipublikasikan Agustus 2019
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Konferensi pers yang digelar oleh KNKT guna menanggapi pemberitaan di media asing soal dugaan bocornya rekaman CVR pesawat nahas Lion Air PK-LQP, Kamis (21/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan akan menyampaikan laporan akhir terkait kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP pada Agustus 2019 mendatang.

Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mengumpulkan 90 persen data yang diperlukan untuk mengungkap kecelakaan pesawat nahas tersebut.

"Sekarang tim sudah mulai membagi tugas, kemudian akan mulai kami tuangkan dalam data dan tulisan," ucapnya kepada awak media, Kamis (21/3/2019).

"Dari situ nanti akan menjadi draft laporan," tambahnya.

Setelah draft tersebut tersunun, KNKT akan menyerahkannya kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam proses investigasi untuk meminta tanggapan apakah draft tersebut sudah tersusun dengan benar atau belum.

"Kalau ada yang salah maka analisis bisa salah dan kesimpulan juga salah," ujarnya di Gedung KNKT Departemen Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat.

Waktu yang diberikan untuk meminta tanggapan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam proses investigasi yaitu selama dua bulan.

"Kalau final reportnya Agustus, maka paling telat draft harus sudah tersusun bulan Juni," kata Nurcahyo.

Nantinya, laporan akhir yang akan dipublikasi tidak akan memberikan hasil rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) secara utuh.

Usai Jajal MRT, Begini Kesan yang Dirasakan oleh Masyarakat

Steve Emmanuel akan Ajukan Keberatan Atas Dakwaan JPU

"CVR tetap kami pakai untuk investigasi karena tanpa itu kami tidak bisa analisis. Pada detik sekian ada pembicaraan apa, tapi bukan kata per kata yang akan kami sampaikan," ucapnya.

"Ya kira-kira nanti akan muncul seperti Sukhoi (hasil laporan akhir kecelakaan Sukhoi Superjet 100 pada Mei 2012 di Gunung Salak)," tambahnya.

Hal ini dilakukan lantaran KNKT terhalang regulasi yang mengatur bahwa rekaman sekaligus transkip dilarang dipublikasikan.

"Kami akan melihat bagian yang signifikan, ada pembicaraan seperti apa dan maknanya apa. Tentu CVR ini akan dibahas dalam laporan," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved