Puluhan Anak Anstusias Ikut Story Telling di RPTRA Pulo Besar Sunter

"Ada sekira 75 anak paud dari sekitar wilayah RPTRA, Acara sekiranya dua jam berlangsung bergantung dengan antusias anak-anak juga," kata Wati.

Puluhan Anak Anstusias Ikut Story Telling di RPTRA Pulo Besar Sunter
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Puluhan anak PAUD antusias mengikuti kegiatan story telling di RPTRA Pulo Besar, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Puluhan anak-anak memenuhi area aula RPTRA Pulo Besar, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019).

Kehadiran mereka rupanya hendak mendengarkan dongeng yang disampaikan seorang pendongeng yang sudah siap bercerita sambil menggunakan kostum raja sekaligus mahkotanya.

Secara antusias mereka memperhatikan dan menjawab sertiap pertanyaan dari pendongeng secara serentak.

Teriakan dan gemuruh semangat mereka menggema di aula tersebut.

Pendongeng pun terlihat sangat pandai membuat semangat anak-anak menggebu-menggebu sekaligus ketakutan saat mendengar dan menyaksikan cerita yang disampaikan.

Kepala Seksi Perpustakaan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (SUDIN PUSIP) Iwan Hery Susanto mengatakan kegiatan ini berkolaborasi antara pengelola RPTRA dan mayarakat sekitar.

Razia Sampah di Kali Baru, Personel UPK Badan Air Pos Gerojokan Bisa Angkut 4 Kubik Dalam Satu Hari

"Ada sekira 75 anak paud dari sekitar wilayah RPTRA, Acara sekiranya dua jam berlangsung bergantung dengan antusias anak-anak juga," kata Wati saat ditemui di RPTRA Pulo Besar, Kamis (21/3/2019).

Tangani Sampah dan Limbah, Mahasiswa UMB Berikan Sosialisasi di RPTRA Kampung Baru

Dongeng yang diceritakan pun berkaitan dengan cerita anak dan disisipi ilmu sains.

"Tujuannya mengajarkan anak untuk membaca buku, dan yang berani maju kedepan diberikan hadiah buku tadi," kata Iwan.

Sementara itu, Mardiansyah (37) yang sudah 21 tahun menjadi seorang pendongeng mengatakan dirinya hari ini memilih kisah tentang raja yang sombong dan tidak suka dengan anak yang rajin membaca buku.

Diceritakannya, dalam kisah tersebut raja dapat dikalahkan oleh anak-anak yang pandai karena sering membaca buku.

"Ada namanya negeri buku buku, tentang kisah raja yang sombong yang ingin menaklukkan negeri buku-buku, keinginannya pun terhalang, karena negeri buku-buku isinya anak yang rajin membaca buku," kata dia.

"Kisah tersebut dipilih karena ikut merangsang anak-anak untuk ikut rajin membaca buku," tambahnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved