Puskesmas Tanjung Priok Inspeksi Sanitasi Kantin Kantor Walikota Jakut

"Gangguan kesehatan bukan hanya pada pegawai Walikota Jakarta Utara saja, tetapi juga para pengelola kantin juga termasuk di dalamnya," katanya

Puskesmas Tanjung Priok Inspeksi Sanitasi Kantin Kantor Walikota Jakut
TribunJakarta/Afriyani Garnis
Kantin Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Petugas Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok inspeksi sanitasi kantin Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019).

Pemeriksaan ini bertujuan sebagai sosialisasi, agar semua pihak khususnya pengelola kantin membiasakan pola hidup sehat.

Ketua Tim Inspeksi Arief Jaya Hamra mengatakan keamanan makanan merupakan kebutuhannya semua orang, karena makanan yang Aman akan melindungi Dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan.

"Gangguan kesehatan bukan hanya pada pegawai Walikota Jakarta Utara saja, tetapi juga para pengelola kantin juga termasuk di dalamnya," katanya di Kantin Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019).

Menurut Arief Keamanan makanan pada dasarnya adalah upaya hygiene sanitasi makanan, gizi dan safety.

"Sebagai upaya hygiene sanitasi itu, Tim Puskesmas Tanjung Priok melakukan pembinaan kepada penggelola kantin," ucapnya.

Untuk bentuk pemeriksaannya, Arief menerangkan jika timnya melakukan banyak hal di sini, seperti memantau penggunaan pelindung diri dan kebersihan.

"Apakah pengelolaan sudah menggunakan pelindung diri, kebersihan atau kerapian dapur sampai dengan ketersediaan bak sampah," kata dia.

Dalam Inspeksi tersebut, petugas Puskesmas Tanjung Priok juga melakukan pemasangan stiker sebagai tanda pengelola kantin dalam bimbingan Tim.

Menurut rencana, Inspeksi ini juga akan dilakukan secara berkala, dengan harapan kantin akan lebih baik, menjadi sehat, makanannya juga aman dan hygienis untuk dikonsumsi oleh pelanggan.

Ezra Walian Belum Dapat Persetujuan Tampil Bersama Timnas Indonesia di Piala Asia U-23

Satu Jam Diguyur Hujan, Genangan Air Muncul di Jalan Basuki Rachmat Depan Pasar Gembrong

Sudin Kesehatan Beberkan Wilayah Rawan DBD di Wilayah Jakarta Pusat

Sementara itu, Maher (49) satu diantara penjual nasi mengatakan bahwa dirinya diberi tahu untuk memberi gorden pada etalase makanan serta menyediakan tempat sampah juga menggunakan sarung dan masker saat melayani pembeli.

"Tadi di cek semuanya, dapur, makanannya, airnya, semuanya pokoknya, dikasih stiker juga, disini katanya disuruh pakai gorden, tempat sampah yang ada pijakannya, pakai sarung tangan sama masker," kata Maher.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved