Wacana Fatwa Haram PUBG, Gamers: Konyol

"Konyol. Dalam arti pemerintah atau MUI itu tidak percaya dengan masyarakatnya yang sudah teredukasi,"

Wacana Fatwa Haram PUBG, Gamers: Konyol
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
PUBG 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap game Player's Unknown Battle Ground (PUBG) yang belakangan banyak membuat orang kecanduan.

Pertimbangan fatwa itu disebut-sebut juga terkait teror yang terjadi di Selandia Baru yang diduga akibat game PUBG.

TribunJakarta.com mencoba meminta pendapat dari beberapa pemain PUBG atas wacana fatwa haram tersrebut.

Seorang pemain PUBG, Tatang Doni Kuma (26) dengan tegas menolak wacana tersebut.

Pria yang telah bermain PUBG selama 2 tahun belakangan ini mengaku bahwa MUI terburu-buru mengeluarkan wacana tersebut tanpa adanya kajian mendalam. 

"Enggak (setuju). Karena menurut saya ini harus ada datanya dulu apakah permainan seperti ini menjadikan masyarakat kita itu brutal. Harus ada kajian dulu sih," kata Tatang saat ditemui kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (22/3/2019).

Tatang menganggap wacana tersebut konyol. Sebab, menurutnya esensi dari adanya permainan dalam bentuk apapun adalah untuk sarana hiburan.

Tatang juga mengatakan bahwa terlalu naif jika hanya PUBG saja yang nantinya dinilai haram karena kontennya yang berisi permainan baku tembak.

Padahal, masih banyak permainan daring yang juga memiliki konten serupa.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved