Jual WTS Lewat Situs Online, Muncikari Dapat Untung Rp 500 Ribu

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu, Iptu Fahmi Amarullah menuturkan, ketika ditangkap TAA menjajakan seorang WTS berinisial AA.

Jual WTS Lewat Situs Online, Muncikari Dapat Untung Rp 500 Ribu
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers Polres Kepulauan Seribu, Senin (25/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - TAA, muncikari yang ditangkap aparat Polres Kepulauan Seribu, mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu setiap menjajakan wanita tuna susila (WTS) secara online.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu, Iptu Fahmi Amarullah menuturkan, ketika ditangkap TAA menjajakan seorang WTS berinisial AA.

AA ditawarkan pelaku lewat situs Semprot.org dengan harga Rp 1,8 juta.

"Kalau yang cash ini Rp 1,8 juta. Perantaranya TAA dapat Rp 500 ribu. Nanti Rp 1,3 jutanya diserahkan kepada saksi korban (AA)," kata Fahmi dalam konferensi pers di Kantor Polres Kepulauan Seribu, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/3/2019).

Fahmi menuturkan pelaku sudah melakukan aksinya selama setahun belakangan.

Selama setahun ini, pelaku melakukan aksinya murni secara online lewat situs tersebut.

"Sudah sekitar setahun lebih. Sementara dia dari website," kata Fahmi.

Singkat cerita, polisi pun menangkap TAA beserta saksi korban AA pada Jumat (8/2/2019) lalu.

Penetapan Tarif Ojek Online Diyakin Tidak Membuat Penumpang Beralih ke Moda Transportasi Lain

Dua Napi Anak di Rutan Depok Diberikan Izin Ikuti USBN dan UNBK

6 Fakta Pasangan ABG Mesum Digerebek Tim Jaguar: Santai Berhubungan Intim Saat Digeledah

Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Kepulauan Seribu.

Dari keduanya, diamankan barang bukti antara lain pakaian korban, bukti transfer, serta telepon genggam milik pelaku.

Pelaku dijerat Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

TAA terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 1 miliar.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved