SMKN 58 Pertimbangkan Pinjam Laptop Orangtua Murid untuk Pelaksanaan UNBK Tahun Depan

SMKN 58 Jakarta Timur mempertimbangkan bakal meninjam laptop dari orangtua murid dalam pelaksanaan UNBK tahun depan.

SMKN 58 Pertimbangkan Pinjam Laptop Orangtua Murid untuk Pelaksanaan UNBK Tahun Depan
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kepala Sekolah SMKN 58 Sri Tati Sugiarti saat ditemui di kantornya, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - SMKN 58 Jakarta Timur mempertimbangkan bakal meninjam laptop dari orangtua murid dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun depan agar penyelenggaraan hanya 2 sesi.

Kepala Sekolah SMKN 58 Sri Tati Sugiarti mengatakan 105 komputer yang kini dimiliki sekolah belum mampu memfasilitasi penyelenggaraan UNBK untuk 313 muridnya.

"Mungkin tahun depan karena kami harus 2 sesi, kalau kami belum bisa menambah kami akan libatkan dari laptop siswa dengan minta pertolongan orangtua murid," kata Sri di SMKN 58, Senin (25/3/2019).

Meski belum mampu menyelenggarakan UNBK selama dua sesi, Sri menjamin penyelenggaraan UNBK berjalan lancar karena telah menyiapkan segala keperluan sejak lama.

Sri menuturkan SMK 58 memiliki empat jaringan, yakni tiga menggunakan Telkom, dan satu jaringan menggunakan provider yang selama ini dipilih sekolah.

"Khusus untuk lab kami punya jaringan sendiri, itu dengan Telkom, 100 mb. Jadi tidak terganggu dengan jaringan yang lain, Insya Allah lancar sampai akhir," ujarnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PLN terkait pasokan listrik dan Telkom terkait jaringan internet dalam pelaksanaan UNBK yang berlangsung empat hari.

Dua Napi Anak di Rutan Depok Diberikan Izin Ikuti USBN dan UNBK

Hadapi UNBK, SMKN 58 Libatkan Tenaga Pengajar Muda dari Luar Sekolah

Sri juga mewajibkan 313 murid kelas XII peserta UNBK tiba 30 menit lebih awal dari waktu pelaksanaan yang dimulai dengan pukul 07.30 WIB.

Dia meminta seluruh murid mengabarkan bila mengalami masalah dalam perjalanan menuju sekolah atau kendala lain agar dapat segera ditangani.

"Kita antisipasi apakah ada anak yang terjadi sesuatu di jalan, jadi kami sudah bisa pantau. Misalkan di jalan bannya kempes, kalau perlu bantuan kami bantu, kita jemput," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved