Terkena Dampak Pembangunan Stasiun MRT, Warga Lebak Bulus Berharap Bisa Dapat Pekerjaan Lagi

Warga Lebak Bulus yang terdampak pembangunan Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) berharap bisa mendapatkan pekerjaan kembali di sana.

Terkena Dampak Pembangunan Stasiun MRT, Warga Lebak Bulus Berharap Bisa Dapat Pekerjaan Lagi
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Ketua RT 009 RW 002 Lebak Bulus, Husni mewakili warga berharap adanya akses jalan setapak menuju MRT atau mengarah ke Pasar Jumat pada Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sejumlah warga RT 009 RW 002 Kelurahan Lebak Bulus yang terdampak pembangunan Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) berharap bisa mendapatkan pekerjaan kembali di sana.

Semenjak pembangunan stasiun MRT, warga sekitar yang terimbas, mendapatkan pekerjaan dari kontraktor pembangunan MRT, PT TWJO (Tokyu Wika Join Operational).

Kini setelah pembangunan rampung, warga sekitar yang tadinya terdampak tak memiliki pekerjaan tetap.

Mereka pun berharap bisa kembali direkrut untuk bergabung di PT MRT.

Menurut warga sekitar sekaligus mantan pekerja kontraktor PT TWJO, Yudo, berharap bisa bekerja di PT MRT.

"Kami berharap bisa bekerja di PT MRT. Kita kan masuk lingkungan Amdal (Analisis Dampak Lingkungan). Layaknya diberdayakan, kompensasinya seperti mendapatkan kemudahan pekerjaan," ujar Yudo kepada TribunJakarta.com di permukiman RT 009 RW 002, pada Selasa (26/3/2019).

Mantan pekerja proyek serupa, Andi menceritakan bahwa mayoritas warga RT 009 RW 002 mencari nafkah di Terminal Lebak Bulus kala itu.

Senada dengan Yudo, ia pun ingin mendapatkan kemudahan pekerjaan usai bekerja sebagai tenaga kontraktor pembangunan MRT.

Tarif MRT Jakarta Lebak Bulus-Bundaran HI Rp 14 Ribu, Berikut Rincian Antarstasiun

Tarif MRT Disepakati Sesuai Jarak, Lebak Bulus-Bundaran HI Rp 14 ribu

"Pinginnya diberdayakan di PT MRT sana, kan diprioritaskan kepada warga yang terdampak," ujarnya yang telah bekerja selama empat tahun di Kontraktor tersebut.

Ketua RT 009 RW 002, Husni juga mengakui semenjak pembangunan rampung, warganya tak sedikit yang menjadi pengangguran.

"Saya mohon warga saya kembali dipekerjakan di sana. Karena sudah ada yang pengangguran. Saya sih berharap ada pekerjaan lagi di PT MRT," tambahnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved