Trie Utami Sampaikan Pesan Lewat Monolog Musikal Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng

Trie Utami berperan sebagai Srintil dalam pementasan musikal monolog 'Tembang Duka Seorang Ronggeng'.

Trie Utami Sampaikan Pesan Lewat Monolog Musikal Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Trie Utami usai pementasan monolog musikal Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Trie Utami berperan sebagai Srintil dalam pementasan musikal monolog 'Tembang Duka Seorang Ronggeng'.

Trie Utami mengungkap beberapa poin yang ingin disampaikan melalui pementasan tersebut.

Poin pertama yang diungkap melalui pementasan 'Srintil Tembang Duka Seorang Ronggeng' ialah kesenian ronggeng dianggap sudah tidak ada.

"Pertama dari kaca mata saya bahwa ronggeng ini sekarang ini sudah dianggap ngga ada. Tapi kalau kita masuk di lapangannya atau daerah itu masih ada. Walaupun berkembang menjadi lengger dan lain-lain, ini dilihat dari budaya," tutur Trie Utami usai pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Poin berikutnya melalui psikologi bahwa Srintil memiliki kompleksitas sebagai perempuan penari ronggeng.

Pementasan tersebut ingin memotret tokoh Srintil yang tidak bisa menghindar dari garis hidupnya.

"Naskah ini tidak bercerita secara utuh Ronggeng Dukuh Paruknya tapi justru ingin memotret Srintil sebagai seorang perempuan yang tidak bisa menghindar dari garis hidupnya sebagai seorang ronggeng. Ketika masuk dia juga tidak bisa menghindari proses menjadi seorang ronggeng kemudian dia ditinggalkan dan lain-lain hingga dia tua, dia ingin menceritakan bahwa sebetulnya dari sisi seorang ronggeng ada sisi yang juga harus dilihat orang, bahwa ada konflik kompleksitas seorang perempuan," terang perempuan kelahiran Bandung tersebut.

Srintil merupakan tokoh dalam cerita novel Ronggeng Dukuh Paruk yang ditulis Ahmad Tohari pada tahun 1982.

Trie Utami: Proses Pendalaman Peran Srintil Sama Seperti Menyanyi

Trie Utami Sukses Perankan Tujuh Tokoh dalam Monolog Musikal Srintil: Tembang Duka Seorang Ronggeng

Pememtasan ini bercerita mengenai kisah cinta Srintil sebagai penari ronggeng dan Rasus teman sejak kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara.

Sutradara dalam pementasan ini ialah Iswadi Pratama.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved