Meskipun Gratis Masuk, Taman Benyamin Sueb Sepi Pengunjung

Masroni (34), petugas keamanan Taman Benyamin Sueb mengatakan taman yang juga museum seni budaya Betawi itu nyaris.

Meskipun Gratis Masuk, Taman Benyamin Sueb Sepi Pengunjung
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan gedung utama yang menyimpan sejumlah barang peninggalan almarhum Benyamin Sueb di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Nasib Taman Benyamin Sueb yang diresmikan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir September 2018 lalu tak sebanding dengan popularitas seniman almarhum serba bisa yang karyanya dipuji banyak orang itu.

Masroni (34), petugas keamanan Taman Benyamin Sueb mengatakan taman yang juga museum seni budaya Betawi itu nyaris tak pernah dikunjungi fans almarhum Benyamin atau masyarakat umum lainnya.

"Dalam seminggu belum tentu ada yang datang. Kalau waktu peresmian memang banyak yang datang, tapi kalau enggak ada acara sepi. Paling yang datang petugas dari Dinas Pariwisata DKI, itu pun untuk kontrol," kata Masroni di Taman Benyamin Sueb, Minggu (31/3/2019).

Meski tak dikenakan biaya, pengunjung yang datang umumnya hanya sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk tugas kampus.

Hanya sesekali saja masyarakat biasa menyambangi museum yang menyimpan sejumlah barang karya, penghargaan, foto-foto lama, hingga busana dan aksesori yang pernah dikenakan Benyamin semasa hidup.

"Kalau mahasiswa yang lagi penelitian ada saja sih, mereka datang berkelompok. Tapi kan enggak setiap minggu datang, belum lama ini finalis Abang-None Jakarta Timur datang," ujarnya.

Masroni menduga Taman Benyamin Sueb sepi pengunjung karena barang-barang peninggalan seniman yang meninggal di usia 56 tahun itu masih terbilang minim.

Pasalnya tak seperti museum lain, ruang utama yang digunakan untuk memarken seluruh barang peninggalan almarhum Benyamin belum dilengkapi CCTV.

"Ini belum ada CCTV-nya, makannya kalau pengunjung saya dampingin. Takutnya ada anak-anak yang lari terus nyenggol barang kan bahaya. Apalagi ini barang berharga, barang-barang ini pemberian keluarga almarhum Benyamin," tuturnya.

Pun sepi pengunjung dan ada dua bangunan kosong yang rusak, bangunan bekas markas Kodim 0505 Jakarta Timur itu tetap terjaga kebersihannya.

Lima cleaning service dan empat petugas keamanan yang bertugas secara bergantian menjaga bangunan yang terletak di Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 73, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Sebenarnya museum ini letaknya strategis, dekat banget sama Stasiun Jatinegara. Parkirannya bisa menampung 100 mobil, kalau sepeda motor bisa lebih dari 100. Bangunan belakang gedung utama juga bisa jadi lokasi pameran seni," lanjut Masroni.

Kala TribunJakarta.com berkunjung pada Minggu (31/3/2019) bahkan tak ada satu pun pengunjung yang datang, buku tamu pengunjung lebih banyak diisi nama petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved