Edi Pemuda yang Tidak Pernah Sekolah, Tapi Berhasil Buka Usaha Toko Buku

Dirinya mengaku sudah membaca hampir semua buku yang dijual di toko tersebut.

Edi Pemuda yang Tidak Pernah Sekolah, Tapi Berhasil Buka Usaha Toko Buku
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Edi (27), pemilik Toko Buku Langka Lawas 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pemilik toko buku langka dan lawas ini, justru tidak pernah merasakan dunia pendidikan sama sekali.

Ia adalah Parman. Lelaki 60 tahun asal Sragen, Jawa Tengah ini mendirikan usaha toko buku langka yang diberi nama Toko Buku Langka Lawas.

Toko buku ini sudah ada sekitar 20 tahun lalu, karena dirinya hanya sekedar iseng.

Saat ini, usaha ini juga sudah diteruskan oleh anak pertamanya, Edi (27).

"Iya dulu ini punya Bapak. Awalnya bapak cima iseng aja buat dirikan usaha ini. Namun karena lihat justru usahanya laku, jadi bapak lanjutkan. Padahal bapak sendiri tidak sekolah. Jadi modal bisa baca, terus jualan buku jadi banyak pengetahuan. Dan dari dulu pas bapak yang megang yoko sudah jual buku langka juga" kata Edi, Senin (1/4/2019).

Kegemaran Parman yang suka membaca buku walaupun tidak mengenyam dunia pendidikan, ternyata turun kepada Edi.

Dirinya mengaku sudah membaca hampir semua buku yang dijual di toko tersebut.

"Sekarang di sini sudah ada hampir 10 ribu buku. Insya Allah sudah saya baca. Buat saya, dari membaca kita wawasan akan luas. Sekalipun saya cuma lulusan SMA, tapi saya tahu pelajaran di bangku kuliah karena buku-buku ini," sambungnya.

Saat ini di Toko Buku Langka Lawas tersedia berbgai macam buku seperti buku kesehatan, komputer, sejarah, majalah, umum, novel, hukum, sasta, agama dan lain sebagainya.

Semua buku mulai terbitan tahun 1920 an sampai 2000an terdia di sini, selama stok masih ada.

"Karena ini langka jadi paling banyak banget stoknya cuma sampai 35 buku. Lalu pembelinya juga kalangan tertentu saja seperti dosen dan mahasiswa sastra. Kalau stok mulai menipis, saya belanja di Yogyakarta, Bandung dan Bogor," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved