Tak Boleh Ada Debu Menempel, Totalitas Tanpa Batas Penjaga Museum Gedung Joang 45

"Tiap hari kami rawat, debu aja ngga boleh ada kalau di museum. Jumlah kami ada 24 orang yang ngerawat Museum Joang ini," katanya.

Tak Boleh Ada Debu Menempel, Totalitas Tanpa Batas Penjaga Museum Gedung Joang 45
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Museum Gedung Joang 45, Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Melancong ke Museum Gedung Joang 45 di Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, tentunya mengingatkan kembali akan masa perjuangan para pahlawan.

Berbagai macam benda antik peninggalan jaman perjuangan ditata rapih dan dirawat oleh para petugas museum.

Para petugas Museum Gedung Joang 45 akan sekitar pukul 06.30 WIB untuk membersihkan berbagai benda peninggalan sejarah yang dipajang diberbagai etalase.

Sebanyak 11 orang petugas kebersihan museum akan mengelap dan membersihkan debu setiap benda bersejarah yang ada di museum.

Mulai dari meja dan kursi yang pernah digunakan Bung Hatta hingga tongkat komando Jenderal Soedirman akan dibersihan oleh mereka.

"Tiap hari kami rawat, debu aja ngga boleh ada kalau di museum. Jumlah kami ada 24 orang yang ngerawat Museum Joang ini. Ada 11 CS, 8 security, gaet 1, operasional 1 dan ticketing 1. Tiap hari kita rawat dan bersihkan, tiap hari dilap. Ini kan aset bangsa yang tidak ternilai, jadi tiap hari kita bersihin," kata Rizal Effendi, Kepala Satuan Pelayanan Museum Gedung Joang 45 kepada TribunJakarta.com, Senin (1/4/2019).

Jam operasional museum dimulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB setiap harinya, namun khusus hari Senin museum akan tutup.

Perawatan harus dilakukan mendetail pada setiap barang yang ada di museum, ketelatenan menjadi acuan utama dalam merawat benda bersejarah.

Usai jam operasional para petugas akan mengecek semua listrik yang ada di museum. 

Jikalau masih ada listrik yang belum dicabut dan masih menyala, petugas akan langsung mematikannya.

"Museum ini kan aset bangsa yang perlu kami rawat yang umurnya sudah 50 tahun ke atas, peninggalan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya. Tantangannya ya kita harus detail dalam merawat setiap harinya. jangan sampai kita kecolongan apalagi sampai terbakar. Kami harus telaten, listrik tiap sore kami lihat kalau belum mati kami matikan," kata Rizal.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved