Sudin Perhubungan Jaktim Jelaskan Jalur Alternatif Perlintasan KA di Jalan Pisangan yang Ditutup

Perlintasan ini akan di tutup sehubung dijalur tersebut akan menjadi Double-Double Track (DDA).

Sudin Perhubungan Jaktim Jelaskan Jalur Alternatif Perlintasan KA di Jalan Pisangan yang Ditutup
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ocim (44) saat berjaga di perlintasan kereta api Tanah Kusir, atau di belakang makam Moh Hatta, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Kasi Lalu Lintas Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Andreas Eman berikan jalur alternatif ketika Perlintasan Kereta Api (KA) Nomor 52, Jalan Pisangan Lama, Jakarta Timur resmi ditutup.

"Dari arah Jatinegara ke Pisangan, lewat Flyover Cipinang Lontar, terus berputar ke Polsek Pulogadung. Kemudian balik arah, lalu muter lagi di flyover dan langsung menuju pisangan. Sedangkan kalau dari Pisangan mau ke I Gusti Ngurah Rai atau ke Pondok Kopi, itu harus lurus muter lagi di Polsek. Kemudian naik flyover dan muter lagi di Imigrasi, baru lurus ke arah Pondok Kopi," kata Andreas setelah melakukan sosialisasi di lokasi, Selasa (2/4/2019).

Sebelumnya di beritakan, Andreas bersama 5 petugas Disub lainnya melakukan sosialisasi pertama di perlintasan KA Nomor 52, Jalan Pisangan Lama, Jakarta Timur.

Perlintasan ini akan di tutup sehubung dijalur tersebut akan menjadi Double-Double Track (DDA).

Sehingga akan tersedia 4 jalur KA lintas Jatinegara - Cakung.

Sosialisasi yang rencananya akan dilakukan selama sebulan ini menggunakan selembaran dan spanduk berisi pemberitahuan.

Dengan adanya penutupan perlintasan KA ini akan mengurai kemacetan di sekitar lokasi.

"Kalau pagi dan sore saat jam-jam padat, itu antrian panjang. Sehingga nantinya tidak ada lagi antrian, namun agak jauh berputar. Cuma waktu tempuhnya jauh lebih cepat, dari pada harus antri di sini," sambung Andreas.

Selain itu, penutupan juga akan menekan angka kecelakaan di perlintasan KA.

"Sejauh ini untuk rawan kecelakaan masih minim, namun ketika menjadi double-double track ditakutkan akan meningkat untuk tingat kecelakaan. Jadi di tutup permanen," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved