VIDEO Makanan Hits Baru, Nasi Telor Buka Di BSD Serpong

Seperti namanya, warung tersebut hanya menjual panganan dari nasi dan telor. Pilihannya pun hanya dua, ceplok atau dadar.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SERPONG - Nasi telor yang sedang hits di Pontianak, Kalimantan Barat, kini bisa ditemui di BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Tepatnya di Jalan Anggrek Loka Blok A1/28, samping Martabak Buah, warung bernama Nasi Telor Sentosa itu buka dari mulai pukul 17.00 sampai 24.00 WIB.

Seperti namanya, warung tersebut hanya menjual panganan dari nasi dan telor. Pilihannya pun hanya dua, ceplok atau dadar.

Nasi Telor Mata Sapi harganya Rp 10.000 alias ceban, sedangkan Nasi Telor Dadar cuma Rp 13.000.

Kalahkan Tentara Amerika, TNI AD Juara Lomba Tembak AASAM Berturut-turut 12 kali, Ini Sang Jagoannya

TribunJakarta mencoba satu menu andalannya yang paling murah dan ramah kantong, nasi telor ceplok alias nasi telor mata sapi.

Setelah memesan di kasir, mbak kasirnya menanyakan, "Telornya mateng atau setengah mateng?"

Kali ini TribunJakarta memesan yang setengah matang biar berasa sensasi telornya.

Tak membutuhkan waktu lama, sajian sederhana nasi dan telor itupun datang. Sepiring nasi di piring oranye yang ditumpuk dengan telor ceplok, dan sambel cabai rawit di pinggirnya.

Namun di bagian atas telornya memang seperti ada kecap cair yang bercampur dengan minyak.

"Rahasia dapur itu mas," ujar Fandy, salah satu pelayan saat ditanyakan bumbu yang mirip kecap asin itu.

Setelah disantap, porsi yang terhitung mini itu langsung habis. Tak jauh berbeda dengan telor ceplok biasanya, namun memang rasanya gurih dan agak berminyak. Tambahan sambel di sampingnya cukup menambah rasa gurih, karena tidak terlalu pedas.

Cukuplah nasi telor gurih itu untuk mengganjal perut. Lebih nikmat kalau ramai-ramai bersama teman, bisa sambil ngobrol seru.

Sandiga Yakin Bekasi Punya Memiliki Peranan Penting untuk Menangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Warung yang baru buka selama dua bulan itu tergolong ramai. Delapan meja yang tersedia di depan warung bernuansa kuning itu tak pernah kosong semua.

Tempatnya juga nyaman, karena berada di pujasera, pembeli yang datang bisa memesan makanan di warung lainnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved