Pemilu 2019

2.893 Personel Gabungan Diterjunkan Untuk Pengamanan Pemilu di Kota Depok

Lebih rinci, Didik menuturkan akan ada 1.376 personel pengamanan yang disiagakan disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

2.893 Personel Gabungan Diterjunkan Untuk Pengamanan Pemilu di Kota Depok
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto ketika dijunpai wartawan di Mapolresta Depok, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - H-2 pelaksanaan Pemilu 2019, Polresta Depok mulai bersiaga dan menyiapkan personelnya untuk mengawal jalannya pesta demokrasi agar berjalan kondusif.

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menuturkan, pihaknya menerjunkan 2.893 personel untuk pengamanan Pemilu 2019.

"Polresta Depok mengerahkan sebanyak 2.893 personil yang akan disiagakan di setiap TPS yang ada di Kota Depok," ucap Didik dijumpai di Polresta Depok, Pancoran Mas, Senin (15/4/2019)

Lanjut didik, nantinya ribuan personel tersebut akan didukung oleh TNI dan potensi keamanan yang lainnya.

Lebih rinci, Didik menuturkan akan ada 1.376 personel pengamanan yang disiagakan disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Polanya nanti di TPS itu ada 1.376 personil yang disiagakan langsung di TPS. Kemudian ada yang disiagakan di sentra ekonomi, kemudian tempat yang dekat dengan TPS dan rayonisasi Polsek serta tempat yang potensi untuk kita gelar pasukan," tandasnya.

Tak hanya melakukan pengamanan, Didik mengatakan pihaknya juga membantu KPU untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita ada juga personil yang melakukan patroli dialogis, kalau ada masyarakat yang sedang berkumpul, kita berikan imbauan Kamtibmas dan mengajak mereka untuk datang ke TPS,” ucapnya.

Tokoh Perempuan dan Maritim, Ratu Kalinyamat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Akui Udara DKI Kotor, Anies Baswedan Dorong Penggunaan Transportasi Publik

Abu Bakar Baasyir Pilih Golput pada Pilpres 2019, Begini Kata Kalapas Gunung Sindur

Terakhir, Didik menjelaskan pihaknya akan mengedepankan tindakan proactive prevention, untuk mencegah adanya potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban ketika pencoblosan berlangsung.

"Mekanismenya kan memang saat ini berlaku didalam tahapan pemilu deliknya masuknya melalui Bawaslu. Namun apabila ditemukan tindak pidana, kami akan bertindak cepat sesuai dengan aturan," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved