LIPI Keluarkan Rekomendasi Pembatasan Tangkapan Hiu Lanjaman

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah, menjelaskan, NDF dikeluarkan untuk mengurangi perburuan Hiu Lanjaman.

LIPI Keluarkan Rekomendasi Pembatasan Tangkapan Hiu Lanjaman
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan dokumen Non-Detriment Finding (NDF), Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan dokumen Non-Detriment Finding (NDF).

Dokumen NDF adalah rekomendasi LIPI terkait pembatasan perburuan Hiu Lanjaman di perairan Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dirhamsyah, menjelaskan, NDF dikeluarkan untuk mengurangi perburuan Hiu Lanjaman.

Sebab, 30 persen populasi hiu di dunia terancam mengalami kepunahan.

Perlindungan Hiu Lanjaman menjadi isu internasional melalui mekanisme bernama Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES).

"Rekomendasi semacam ini menjadi yang pertama kali dikeluarkan di Indonesia. CITIES memasukkan 12 spesies hiu dalam kategori Apendix II yakni spesies yang mungkin terancam punah bila tidak dimasukkan dalam daftar perlindungan dan perdagangannya terus berlanjut," jelas Dirhamsyah di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jalan Pasir Putih I, Ancol Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (15/4/2019).

Data dari LIPI, 9 dari 12 spesies hiu berada di perairan Indonesia.

Sementara itu, dalam Statistik Perikanan 2015, dinyatakan bahwa 60 persen produksi hiu di Indonesia adalah Hiu Lanjaman.

"Sehingga perlu ada rekomendasi batasan penangkapan hiu di Indonesia. LIPI merekomendasikan hiu tetap bisa ditangkap namun dengan syarat total 80 ribu tangkapan untuk tahun 2019 dengan syarat minimal panjang dua meter dan berat 50 kilogram," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved