Menhub Akan Minta Keterangan Menteri BUMN Terkait Isu Holding Company Perusahaan Transportasi Udara

Menanggapi hal tersebut, Budi menjelaskan pihaknya akan meminta keterangan dari Kementerian BUMN.

Menhub Akan Minta Keterangan Menteri BUMN Terkait Isu Holding Company Perusahaan Transportasi Udara
TribunJakarta/Ega Alfreda
Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Soemadi saat meninjau Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wacana holding company perusahaan transportasi udara oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menarik perhatian Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Pasalnya, PT Angkasa Pura II akan digabung bersama PT Angkasa Pura I dan Garuda Indonesia di bawah naungan PT Survai Udara Penas.

PT Survai Udara Penas adalah sebuah maskapai penerbangan tidak berjadwal yang berpusat di Indonesia yang termasuk BUMN milik Departemen.

Menanggapi hal tersebut, Budi menjelaskan pihaknya akan meminta keterangan dari Kementerian BUMN.

"Ya pertama kali kita minggu-minggu ini akan minta keterangan dari Kementerian BUMN apa yang diusulkan. Kita akan bahas dengan Kementerian BUMN," jelas Budi saat meninjau proyek Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/4/2019).

Namun, Budi menjelaskan maksud dan tujuan peleburan atau holding company tiga perusahaan raksasa tersebut bermaksud menguntungkan semua pihak.

Serta, iya yakin langkah Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Rini Soemarno tidak akan merugikan salah satu pihak perusahaan yang akan digabung.

KPAI: Kasus Penculikan Anak di Bekasi Harus Jadi Pembelajaran Para Orangtua

Pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Dilakukan Mulai 2021

Jelang HUT DKI, Kampung Akuarium Ditata oleh Pemkot Jakarta Utara

"Tidak mungkin dirugikan gitu, hanya saja nanti kalau ada permintaan-permintaan yang merasa kurang, kita bisa bicarakan. Jadi sebenarnya tidak perlu ada dikotomi antara yang menentang dan yang mendukung," kata Budi.

Sebelumnya, Rini Soemarno mengatakan pihaknya sedang dalam tahap pengkajian terkait holding company tersebut.

"Kita sedang analisa sekarang adalah, kita membuat perusahaan holding, yang membawahi AP I dan AP II dan juga operator penerbangan yang lain seperti Garuda Indonesia," tutur Rini saat Groundbreaking gedung pelayanan angkutan moda terpadu Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/4/2019).

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved