Pemilu 2019

Bawaslu: Beberapa Wilayah Berpotensi Lakukan Pemungutan Suara Ulang

"Ada 38 TPS yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang, juga (pemilihan) susulan, 405 TPS. Serta seluruh TPS di tujuh Distrik di Jayapura," kata

Bawaslu: Beberapa Wilayah Berpotensi Lakukan Pemungutan Suara Ulang
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Bawaslu RI menggelar pers konferens, Rabu (17/4/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengungkapkan bahwa ada sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi bakal melaksanakan pemungutan suara ulang karena sejumlah alasan.

Menurut salah satu anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, ada 38 TPS di beberpa wilayah berpotensi akan menggelar PSU (pemungutan suara ulang).

"Ada 38 TPS yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang, juga (pemilihan) susulan, 405 TPS. Serta seluruh TPS di tujuh Distrik di Jayapura, Papua," kata Fritz saat menggelar pers konferense malam ini, di Gedung Bawaslu RI, Rabu (17/4/2019).

Ada sejumlah alasan mengapa pemungutan suara ulang ataupun susulan harus digelar.

Mulai dari ketersediaan logistik yang terhambat, hingga adanya masyarakat yang tak terdaftar di DPT atau DPTb namun melakukan pemungutan suara.

Hal ini pun, dinilai telah memenuhi persyaratan agar segera dilakukan pemungutan suara ulang.

"di kota Jambi, ada 24 TPS yang harus dilakukan pemungutan suara karena kotak suara basah akibat banjir, atau juga di Kepri, ada 11 TPS yang harus dilakukan pemungutan suara ulang karena ada orang di wilayah lain yang tidak terdaftar di DPT, DPTB tapi melakukan pencoblosan," kata Fritz.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Afifuddin menambahkan ada penemuan yang menunjukan bahwa sejumlah TPS belum dibuka saat pukul 7.00 WIB.

Hal ini dijelaskan juga disebabkan oleh kurangnya logistik yang masuk ke wilayah tersebut.

"Misalnya pengawasan di Jawa Tengah, Banyumas, Banjarmasin, Sumatera Utara, Aceh Sabang, Kaltim, Kutai, Muara Jawa, dan lain-lain banyak kejadian seperti ini," katanya.

Ricuh Rebuatan Saksi Pemilu di Sampang: Polisi Tangkap 5 Orang, Satu Senjata Api Diamankan

Hitung Cepat Litbang Kompas Sementara: 9 Parpol Lolos ke Parlemen, Hanura dan PSI Belum Lolos

Beda Tanggapan: Prabowo Mengaku Menang, Jokowi Tunggu KPU, Ini Pidato Keduanya

Badan Pengawas Pemilu telah melakukan supervisi pengawasan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah Indonesia.

Dari hasil pengawasan tersebut, ada sejumlah penemuan yang menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 ini.

"Secara umum kami menyampaikan kita hubungan dengan kewenangan pencegahan, apa yang kita update pada saat jelang pemilu bahwa potensi orang bermasalah atau terhalang hak pilihnya karena urusan teknis prosedur memang tinggi. Waktu itu kita prediksi, kemudian logistik pemilu. dan menurut kami ini tidak terantisipasi," kata anggota Bawaslu, Afifuddin.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved