E-sport Diisukan Masuk Kurikulum, Penggiat Gim: Masa Main Gim Diajarin

Ketua E-sport Indonesia, Eddy Liem mengaku pihaknya belum siap untuk memasukkan materi e-sport sebab, tidak ada yang perlu diajarkan dalam bermain.

E-sport Diisukan Masuk Kurikulum, Penggiat Gim: Masa Main Gim Diajarin
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
NXL e-sport center yang berlokasi di The Breeze, BSD CITY, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Cabang olahraga E-sport diisukan akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran siswa siswi di Indonesia.

Ketua E-sport Indonesia, Eddy Liem mengaku pihaknya belum siap untuk memasukkan materi E-sport sebab, tidak ada yang perlu diajarkan dalam bermain gim.

"Kita lebih ke atlernya ya untuk kurikulum seperti apa. Tapi kalau di sekolah apa yang diajarin? Masa main gim diajarin? Kan engga," kata Eddy di NXL E-sport center, The Breeze BSD City, Kamis (18/4/2019).

Ia melanjutkan, membuat materi kurikulum tidak semudah membalikan telapak tangan terutama dalam hal pembelajaran E-sport.

Bermain 3 Gim Lawan Khosit, Jonatan Christie Mengaku Kurang Sabar

"Kalau mau masuk kurikulum kan berarti harus ada materinya. Nah materinya apa coba kalau gim? Kan engga semudah itu buat kurikulum. Butuh waktu lama lah buat hal ini," jelas Eddy.

Padahal, sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Imam Nahrawi berpendapat e-sport harus mulai masuk ke kurikulum pendidikan untuk mengakomodasi bakat-bakat muda.

Bahkan itu, kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut sudah menganggarkan Rp 50 miliar untuk menggelar kompetisi-kompetisi di level sekolah.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved