Lilin Dinyalakan, Jemaat Gereja Katedral Sangat Hikmat Ikut Vigili Paskah

"Vigili itu artinya hari menjelang suatu hari raya. Karena kan besok Hari Raya Paskah," lanjutnya

Lilin Dinyalakan, Jemaat Gereja Katedral Sangat Hikmat Ikut Vigili Paskah
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Para jemaat sedang memegang lilin sambil bernyanyi pujian di malam vigili Paskah, area Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Nyanyian pujian Paskah melantun syahdu di Gereja Katedral, Jakarta Pusat pada sekira pukul 20.00 WIB.

Sontak para jemaat yang hadir pun menyalakan lilin dan ikut bernyanyi dengan hikmat.

"Ini adalah nyanyian malam Paskah," kata panitia acara yang enggan menyebut nama, di area Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Dia menambahkan, para jemaat ini menyanyi untuk menyambut hari Paskah yang jatuh pada besok atau 21 April 2019.

"Nyanyian pujian malam Paskah ini bisa disebut juga vigili Paskah," katanya.

"Vigili itu artinya hari menjelang suatu hari raya. Karena kan besok Hari Raya Paskah," lanjutnya sambil tersenyum.

Romo Christoforus Kristino Puspo dari Keuskupan Gereja Katedral, mengatakan ada sekitar 4.500 jemaat yang hadir pada malam ini.

"Ada sekitar 4.500 jemaat yang hadir malam ini," tuturnya.

Dia pun berharap agar tema Paskah yang bertajuk 'Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat' ini bisa membawa kedamaian bagi semua orang.

"Tema Paskah kali ini 'Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat'. Harapannya agar bisa membawa kedamaian bagi semua orang, khususnya umat Katolik," ucapnya sambil tersenyum.

"Tema ini diambil dari sila Indonesia yang keempat. Yang maksudnya bisa memberi suatu hikmat kepada seluruh masyarakat," lanjutnya.

Sekitar 360 Penari Meriahkan HUT ke-44 TMII di Area Tugu Api

Tak Banyak yang Tahu, Ini Sederet Manfaat Minum Santan Kelapa untuk Kesehatan

Tampil Gemilang di Laga Kedua Elite Pro Academy 2019, Persija Jakarta Taklukkan Semen Padang

Artinya, lanjut dia, bukan hanya di pulau Jawa saja. Namun untuk seluruh suku, adat, ras, dan agama apa saja yang ada di Indonesia.

"Bukan dari pulau Jawa saja, tapi masyarakat yang berbeda keyakinan dari Sabang sampai Merauke. Semoga mendapat hikmat kedamaian ini. Dan semoga damai senantiasa mengiringi jiwa kita semua," pungkas dia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved