KPU Jakarta Timur Belum Terima Rekomendasi PSU dari Bawaslu

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana menyebut pihaknya hingga saat ini belum menerima rekomendasi melakukan PSU dari Bawaslu Jakarta Timur

KPU Jakarta Timur Belum Terima Rekomendasi PSU dari Bawaslu
Istimewa/TribunTimur
Logo KPU. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Meski diduga terjadi kesalahan dalam proses pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) di sejumlah TPS Jakarta Timur, belum dipastikan apa akan ada Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana menyebut pihaknya hingga saat ini belum menerima rekomendasi melakukan PSU dari Bawaslu Jakarta Timur selaku pengawas Pemilu 2019.

"Sampai sekarang kita belum menerima rekomendasi harus melakukan PSU dari Bawaslu Jakarta Timur," kata Wage saat dihubungi di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (21/4/2019).

Bila nantinya mendapat rekomendasi, Wage mengatakan KPU Jakarta Timur tak langsung memenuhi rekomendasi karena harus mengkaji rekomendasi yang diberikan.

Selain harus memenuhi persyaratan yang diatur dalam UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu, PSU harus dilakukan sebelum lewat 10 hari dari pencoblosan.

"Maksimal 10 hari. Setelah ada rekomendasi dari Bawaslu nanti dikaji juga, proses pengkajiannya cepat. Hanya beberapa jam," ujarnya.

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan ada 19 TPS di wilayah DKI yang berpotensi harus melakukan PSU karena adanya pelanggaran.

19 TPS tersebut terdiri dari enam TPS di Jakarta Timur, satu TPS di Jakarta Selatan, dua TPS di Jakarta Pusat, dan sepuluh TPS di Jakarta Utara.

Di satu TPS Kecamatan Cakung, Puadi menuturkan kesalahan pemungutan suara terjadi lantaran 121 surat suara ditandatangani pemilih, bukan Ketua KPPS.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved